Pemkot Sukabumi Komitmen Penuhi Indikator Kota Layak Anak

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menerima Tim verifikasi kota layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Balai Kota Sukabumi, Kamis (30/6/2022).
Dalam momen ini disampaikan komitmen Pemkot Sukabumi dalam pemenuhan hak anak sesuai 24 indikator kota layak anak dan lima kluster yang ditetapkan pemerintah pusat. Selain wali kota, hadir ketua Tim verifikasi kota layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, dan para kepala SKPD di lingkup Pemkot Sukabumi.

” Setelah proses dokumen selesai dan hari ini verifikasi lapangan, berharap verifikasi dokumen yang sebelumnya diserahkan terdiri dari 24 indikator dan 5 kluster bisa berjalan dengan baik,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Nantinya ketika ada kekurangan bisa diperbaiki ketika ada verifikasi lapangan.

Menurut Fahmi, dari empat tujuan negara salah satunya dalam kerangka menyiapkan generasi terbaik. Di mana kota layak anak salah satu sarana mempersiapkan generasi terbaik.

Terlebih ungkap Fahmi, dalam misi wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi terutama misi pertam berbasiskan ketahanan keluarga secara khusus. Hal ini karena pemda berupaya sekuat tenaga agar lahir katahanan keluarga sebab dari keluarga akan lahir generasi terbaik.

” Ketika masuk misi pertama wali kota menujukkan komitmen melahirkan regenarasi terbaik,” ungkap Fahmi. Dalam kerangka melahirkan generasi terbaik pemda meluncurkan inovasi baik internal maupun kolaborasi dengan eksternal.

Misalnya program Ananda Sehat Disdukcapil. Bagaimana anak dengan mudah mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta lahir, yang dimiliki sejak anak sejak lahir dan dilakukan percepatan.

Berikutnya lanjut Fahmi, Posyandu Mapay imah atau Pos Mamah. Program inovasi di masa pandemi ini digulirkan pada waktu itu khawatir warga tidak terlayani, sehingga petugas mengunjungi rumah-rumah warga.

Harapannya pelayanan kepada balita dan ibu hamil tetap terfasiitasi dengan baik. ” Inovasi lainnya yakni Sukabumi Youth Planer, biasanya ada musrenbang kelurahan dan kecamatan serta kota dengan peserta orang dewasa dan bagaimana anak pelajar SMP, SMA dan perguruan tinggi terlibat dalam perencanaan pembangunan,” imbuh dia.

Intinya ungkap Fahmi, apa yang mereka harapkan untuk pembangunan dapat diserap dan ini diinisiasi Bappeda. ” Kami berharap apa yang dibangun berbasis apa yang diharapkan anak,” cetus dia.

Program lainnya yakni Sukabumi Creative Hub yakni kota mewadahi anak milenial agar kreatif dan inovatif. Hasilnya Kota Sukabumi masuk tiga besar kota kreatif di Jabar sebelum pandemi.

Harapannya anak-anak ada kanal saluran kreativitas yang digagas anak muda sukabumi. Selanjutnya program Homecare yang telah diapresiasi Kemendagri, Kemenkes dan Kemenpan RB yang menempatkan satu orang perawat di satu kelurahan sehingga lansia dan ibu hamil serta warga yang alami gangguan kesehatan bisa terjangkau.

Intinya kata Fahmi, program ini memudahkan warga menikmati kehadiran dan layanan pemerintahan. ” Kami juga yakin kehadiran tim verifikasi melakukan pembinaan apa yang kurang dan kami berupaya tingkatkan,” cetus dia.

Di PKK ada program Sahabat Geulis dalam literasi berbasiskan keluarga. Hal ini diluncurkan TP PKK dan dharma wanita dan di Alun Alun Sukabumi ada galeri literasi didesain anak anak menikmati literasi.

” Di tiap kelurahan ada sport center warga khususnya remaja dan ibu bisa berolahraga,” imbuh Fahmi. Sejumlah program meningkatkan pelayanan untuk melahirkan regenerasi terbaik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan