Pemerintah Kota Depok Tidak Mengadopsi WFH untuk ASN Pasca Libur Lebaran pada 16 April

Depok, KabarBerita.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan untuk tidak menerapkan sistem work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah/2024.

 

Rahman Pujiarto, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, menegaskan bahwa ASN di lingkungan Pemkot Depok diwajibkan untuk kembali ke kantor pada Selasa (16/4/2024) ini.

 

“Keputusan untuk tidak menerapkan WFH telah diambil untuk memastikan kelancaran operasional pemerintah di Kota Depok,” ungkap Pujiarto kepada WartakotaLive.com pada Senin (15/4/2024).

 

Sebelumnya, pemerintah pusat, melalui Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 1 Tahun 2024, memperbolehkan beberapa instansi untuk menerapkan WFH pada tanggal 16-17 April.

 

Namun, kebijakan ini tidak diberlakukan di Kota Depok. Anwar, yang mewakili pemerintah Kota Depok, menyatakan bahwa seluruh ASN diwajibkan untuk kembali bekerja sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

 

“Kami mengharapkan semua ASN untuk mematuhi arahan Wali Kota dan kembali bekerja sesuai jadwal,” tambahnya.

 

Pihak BKPSDM Kota Depok juga akan melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama masuk kantor setelah libur Lebaran guna memastikan kehadiran ASN.

 

“Kami akan melakukan inspeksi mendadak. Namun, kami lebih mengharapkan kesadaran individu ASN dan pengawasan internal dari pimpinan di masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.

 

Rekomendasi dari Menteri Perhubungan

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menyelesaikan pembahasan mengenai penerapan WFH. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus balik pemudik setelah Lebaran 2024.

 

“Berdasarkan pembahasan bersama dengan berbagai pihak terkait, kebijakan WFH diadopsi sebagai upaya preventif untuk menghindari kemacetan lalu lintas saat arus balik,” ungkap Budi Karya Sumadi kepada wartawan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (12/4).

 

Dia menambahkan bahwa surat rekomendasi mengenai WFH akan segera diajukan kepada Presiden Joko Widodo.

 

“Kami berharap rekomendasi ini dapat disetujui oleh Presiden untuk diterapkan secara nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, untuk puncak arus balik Lebaran, diharapkan akan terjadi pada Minggu (14/4/2024) hingga Senin (15/4/2024).

 

Masyarakat diminta untuk kembali ke Jakarta sebelum puncak arus balik guna menghindari kemacetan yang parah.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal, terutama para pemudik jalur darat, guna mengurangi kemungkinan terjadinya kemacetan yang parah,” tutupnya.

 

Menhub juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi arus balik Lebaran di semua moda transportasi.

Tinggalkan Balasan