Berita  

Presiden Ajak Semua Pihak Bantu Tingkatkan Daya Saing dengan Terobosan Digital

JAKARTA, Kabarberita.id – Presiden Joko Widodo menginginkan berbagai pihak dapat turut membantu meningkatkan daya saing dengan melakukan sejumlah langkah terobosan digital seiring dengan pesatnya perkembangan pada era globalisasi sekarang ini.

“Dalam menatap daya saing Indonesia ke depan, kita harus mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat dan serba digital,” kata Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI di depan Sidang Bersama DPD RI-DPR RI di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, ujar dia, berbagai pihak juga harus terus meningkatkan efisiensi dan daya saing nasional dengan terobosan digital di kerja-kerja birokrasi.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan efisiensi dan daya saing juga perlu dilakukan dengan terobosan digital di pelayanan rakyat, pengembangan UMKM, cara kerja ekonomi nasional, serta penyaluran bantuan sosial dan subsidi non-tunai.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bahwa pemanfaaatan revolusi digital dalam kegiatan ekonomi masyarakat dapat mendorong perekonomian untuk tumbuh mencapai tujuh persen (year on year/yoy), dibandingkan level pertumbuhan saat ini di kisaran lima persen (yoy).

“Pertumbuhan perusahaan-perusahaan rintisan berbasis digital luar biasa, baik di perdagangan barang dan jasa (e-commerce), moda pembayaran, maupun pembiayaan. Jumlah pengguna internet yang berbelanja secara online pada 2016 telah mencapai 24,74 juta orang,” kata Agus.

Dalam perhitungan BI, selama 2016, para pengguna jasa perdagangan daring atau “e-commerce” tersebut telah membelanjakan 5,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun atau jika dibagi per individu pengguna “e-commerce” di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp3 juta per tahun.

Sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan generasi muda harus dapat benar-benar menguasai teknologi karena hal tersebut penting dalam menghadapi tantangan era digitalisasi seperti yang sekarang mulai berkembang.

“Masa depan ketersediaan lapangan kerja berkurang karena digantikan oleh teknologi, sehingga generasi muda harus bersiap,” kata Zulkifli.

Harapan tersebut, ujar dia, agar rakyat Indonesia juga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bukannya menjadi kuli yang bekerja di luar negeri.

Zulkifli Hasan mengingatkan kemenangan untuk masa depan bisa diperoleh melalui wirausaha yang berujung pada kemandirian ekonomi.

Tinggalkan Balasan