Pemerintah Pastikan Tidak Intervensi Transformasi PSSI dari FIFA

Jakarta, KabarBerita.id — Menkopolhukam Mahfud MD, memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi proses transformasi sepak bola Indonesia yang melibatkan PSSI, FIFA, dan AFC.

Setelah memberikan laporan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Mahfud mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memberikan arahan. Segala masukan TGIPF akan diproses oleh pihak-pihak terkait.

Mengenai transformasi sepak bola Indonesia yakni PSSI, di mana FIFA dan AFC ada di dalamnya, pemerintah tak akan ambil bagian. Pemerintah hanya akan melakukan bagian di bidangnya tanpa mengusik perihal sepak bolanya.

Ia mengatakan bahwa presiden akan mempelajari semuanya, kemudian melalukan hal-hal secara tata pemerintahan misalnya pembenahan di Kemenpora, di stadion, kemudian aturan-aturan internal yang tetap pada norma-norma yang berlaku, di mana norma ada dua tingkatan.

Menteri asal Madura itu menambahkan, ada dua tingkatan norma yang tidak bisa dipisahkan dalam pengusutan Kasus Kanjuruhan. Pertama harus berpegang pada norma yang dipegang FIFA, dan kedua pada hukum negara.

Namun FIFA sudah berkomitmen, bersepakat dengan pemerintah untuk bersama-sama pemerintah melakukan transformasi PSSI tanpa melanggar aturan-aturan FIFA.

Mahfud juga menegaskan bahwa PSSI harus bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan yang menelan 132 korban meninggal dunia pada 1 Oktober 2022. Sebagai otoritas tertinggi sepak bola nasional, PSSI tidak bisa mengelak.

Mengacu 12 rekomendasi TGIPF yang diserahkan ke Presiden Jokowi, TGIPF meminta seluruh pengurus PSSI mengundurkan diri. Setelah itu PSSI diminta mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan mengubah Statuta PSSI.

Tinggalkan Balasan