Neraca Perdagangan RI Tahun 2018 Terparah Sepanjang Sejarah

Jakarta, KabarBerita.id — Defisit neraca perdagangan kumulatif Januari-Desember 2018 menjadi yang terparah sepanjang sejarah Indonesia mencatatkan kegiatan ekspor dan impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama setahun penuh di 2018 jumlah impor memang terbukti jauh lebih tinggi dibandingkan ekspornya.

Menjadi terparah sepanjang sejarah karena dari catatan BPS sejak 1975, telah terjadi enam kali defisit dan paling besar defisitnya berada di tahun 2018.

Banyak penyebab kinerja neraca perdagangan Indonesia di tahun 2018 menjadi defisit. Salah satunya adalah pemerintah belum berhasil membuka pasar baru dan masih mengandalkan pasar tradisional atau negara-negara yang selama ini sudah ada.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi ekspor Indonesia sepanjang 2018 mencapai US$ 180,06 miliar. Sementara impor di bulan yang sama tercatat US$ 188,63 miliar.

Dengan demikian, neraca perdagangan RI sepanjang 2018 defisit US$ 8,57 miliar. Nilai ekspor dan impor itu sama-sama naik.

Angka ekspor naik tipis 6,65% secara tahunan, sementara angka impor naik 20,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

“Untuk tahun 2018, neraca dagang kita defisit US$ 8,57 miliar,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here