Berkewarganegaraan Ganda, Presiden Senat Australia Mengundurkan Diri

  • Bagikan

Tasmania –

Senator Australia dari Partai Liberal, yakni Stephen Parry, telah mengonfirmasi bahwa ia adalah warga negara Inggris dan kini akan mengundurkan diri dari Parlemen.

Pada hari Selasa (31/10/2017), Senator Parry mengungkapkan bahwa ia meragukan status kewarganegaraannya karena ayahnya lahir di Inggris, dan bermigrasi ke Australia pada tahun 1950an.

Kini, ia telah merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri Inggris mengonfirmasi dirinya sebagai warga negara karena tempat kelahiran ayahnya.

Dalam sebuah surat kepada rekannya di Senat, ia menulis, “dengan berat hati” ia harus memberi tahu bahwa ia akan mengajukan pengunduran dirinya sebagai Presiden Senat dan sebagai senator Tasmania kepada Gubernur Jenderal Australia pada hari Kamis (2/11/2017).

Momen pengumuman yang digelar Senator Parry berarti ia tidak akan bisa membuat pidato perpisahan di Senat, namun dalam pernyataannya, ia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya atas dukungan dan kepercayaan mereka terhadap dirinya.

Ia mengatakan bahwa dirinya menganggap banyak rekannya “dari semua golongan partai politik” sebagai teman baik.

Status kewarganegaraan Senator Parry muncul hanya empat hari setelah Pengadilan Tinggi Australia menendang lima politisi keluar dari Parlemen karena melanggar larangan kewarganegaraan ganda dalam Konstitusi.

Ia banyak dikritik oleh kubu Oposisi Federal karena menunda pengumuman keraguan atas status kewarganegaraannya.

Oposisi Australia menuntut agar ia mundur sebagai Presiden Senat namun rekan separtainya membela dirinya, dengan alasan Parry menunggu kejelasan tentang interpretasi konstitusi dari Pengadilan Tinggi.

Analis Pemilu ABC, Antony Green, berpendapat bahwa Parlemen Australia ke-45 ini telah mencetak lebih banyak diskualifikasi daripada periode sebelumnya.

“Seharusnya tak boleh ada begitu banyak kandidat yang didiskualifikasi,” kata Green.

“Hingga Parlemen periode ini, kami hanya pernah melakukan dua penghitungan seperti ini – Robert Woods [1988] dan Heather Hill [1999].”

Senator Partai Liberal apresiasiParry

Sesama Senator Tasmania dari Partai Liberal, yakni Eric Abetz, mengeluarkan sebuah pernyataan untuk mengatakan bahwa ia “sangat kecewa” mendengar pemberitaan tersebut.

“Stephen bukan hanya rekan yang berharga tapi juga seorang presiden Senat dan pengurus partai yang luar biasa sebelumnya,” kata Senator Abetz.

“Meskipun ini adalah langkah yang mengecewakan, Stephen (Parry) bisa merasa lega atas daftar pencapaiannya yang menakjubkan bagi warga Tasmania dan untuk Parlemen.”

Senator Abetz juga mengatakan bahwa kemungkinan mantan senator Partai Liberal, yakni Richard Colbeck, akan menggantikan Senator Parry, dan mengatakan bahwa ia yakin Colbeck akan “mengejar ketertinggalan”.

Colbeck tak berhasil meraih kursi di Senat Tasmania dalam sebuah kompetisi internal partai menjelang pemilihan terakhir.

Senator Tasmania dari Partai Liberal, Jonathon Duniam, mengatakan Senator Parry akan dirindukan.

“Saya sangat kecewa akan kabar mengenai Stephen dan keluarganya, tapi juga karena ia tak akan lagi berkontribusi sebagai pelayan negara bagian Tasmania,” ujar Senator Duniam.

“Saya juga berharap bisa bekerja sama dengan Richard Colbeck jika ia kembali ke Senat setelah kekosongan ini ditangani.”

Kandidat pengganti Presiden Senat

Para senator Partai Buruh secara pribadi kecewa karena Senator Parry tidak akan lagi menjadi presiden Senat.

Sementara Parry adalah lawan politik partai mereka, Parry secara umum dianggap oleh para senator Oposisi sebagai sosok yang seimbang dan bijaksana.

Kubu Koalisi akan memilih pengganti Parry sebagai presiden senat dari daftar kandidat yang mencalonkan.

Beberapa pihak telah menyarankan agar senator Partai Nasional -John Williams -mengambil alih pekerjaan itu, bukannya senator Partai Liberal lainnya.

Tapi hampir pasti, posisi senior Senator Parry akan digantikan oleh rekannya di Partai Liberal.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan