Berita  

Ustadz Yusuf Mansur Bantah akan Beli Muamalat

Jakarta, KabarBerita.id — Ustadz Yusuf Mansyur membantah dirinya sedang menyiapkan dana untuk menjadi investor PT. Bank Muamalat Tbk.

Muamalat, bank syariah tertua di Indonesia, sedang melakukan “rights issue” atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan target perolehan dana Rp4,5 triliun guna memperkuat permodalan.

“Enggak ada. Enggak pernah bicara siapkan dana,” kata Yusuf di Kantor Bank Muamalat, Jakarta, Rabu.

Menurut Yusuf, saat ini fokus dirinya adalah dengan merangkul jamaah dan umat untuk membuka rekening tabungan secara bersama-sama di Bank Muamalat.

Selain itu, Paytren, perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) milik Yusuf juga akan bekerja sama dengan Muamalat. Namun skema kerja sama itu masih dibicarakan antara kedua pihak.

“Ini aja kalau lancar akan menjadi bantuan umat yang signifikan,” ujarnya.

Yusuf, Rabu siang ini, mengerahkan ribuan jama?ahnya untuk mendatangi kantor pusat Bank Muamalat, di Kuningan, Jakarta, guna bersama-sama melakukan pembukaan rekening.

Selain ribuan jamaah tersebut, Yusuf mengklaim sebanyak 2,2 juta pengguna Paytren juga akan bekerja sama dengan Muamalat.

Masing-masing pengguna Paytren, kata Yusuf, akan membuka rekening dengan saldo minimum Rp100 ribu.

Dengan begitu, hitungan kasarnya, Muamalat bisa mendapat Dana Pihak Ketiga (DPK) minimal Rp220 miliar hanya dari pembukaan rekening baru ini.

Ditemui ditempat yang sama, Direktur Utama Muamalat, Achmad Permana menjelaskan saat ini proses “right issue” masih berlangsung. Pihaknya menargetkan pada semester I ini Muamalat akan mendapatkan investor yang akan mengucurkan dananya bagi Muamalat.

“Semester I kita sudah dapat,” ujarnya.

Muamalat sedang mencari investor untuk proses “rights issue”, setelah PT. Minna Padi Investama yang sebelumnya sepakat menjadi pembeli siaga “rights issue” tidak mampu memenuhi kewajibannya sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Tinggalkan Balasan