Selain Ukraina, Media China Ungkap Korban Terparah Akibat Invasi Rusia

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Selain Ukraina, invasi Rusia ternyata juga menelan korban penting lainnya.

Media pemerintah China, Global Times, mengungkap korban itu dalam pemberitaannya.

“Eropa merupakan korban penting krisis Ukraina,” ujar Wang Yiwei, Direktur Institut Hubungan Internasional di Universitas Renmin, China, kepada Global Times.

Wang kemudian menjelaskan bahwa Eropa menjadi korban karena hujan sanksi negara-negara Barat atas Rusia juga berdampak ke Benua Biru.

Negara-negara Eropa sendiri secara kolektif dan mandiri menjatuhkan sanksi atas Rusia, salah satunya karena desakan Amerika Serikat.

Menurut Wang, sanksi ramai-ramai dijatuhkan oleh negara Barat terhadap Rusia bak pedang bermata dua.

Wang melontarkan komentar terbaru ini ketika Uni Eropa bersiap mengumumkan paket sanksi ketujuh atas Rusia.

Direktur Departemen Studi Eropa di Institut Studi Internasional China, Cui Hongjin, memprediksi rangkaian sanksi terbaru ini hanya bersifat simbolis, atau tak terlalu memukul Rusia.

Menurutnya Uni Eropa kini mulai terpecah. Sebagian anggota yang sudah mengambil langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi Rusia mendukung sanksi lebih kuat.

Sementara itu anggota lainnya yang masih bergantung pada pasokan energi Rusia enggan menjatuhkan sanksi lebih berat.

Di belahan Bumi lain, AS tak terkena dampak begitu berat karena mereka memang tidak begitu bergantung pada energi dan perdagangan dengan Rusia. Wang mengatakan saat ini, negara Eropa mulai merasa tertipu AS.

“Negara-negara Eropa mulai mempertanyakan apakah mereka ditipu oleh AS,” ujar kata Wang kepada Global Times.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan