Pemerintah akan Kembangkan Pelabuhan Celukan Jika Benoa Port Terhambat

  • Bagikan

JAKARTA, Kabarberita.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyiapkan opsi untuk mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali Utara, jika pembangunan proyek percontohan Benoa Port khusus bagi kapal wisata (cruise) terhambat.

“Bila pembangunan Benoa terhambat, masih ada opsi pengembangan di Bali Utara. Pelabuhan Celukan Bawang dapat dikembangkan sebagai pelabuhan untuk ‘cruise’,” kata Penasihat Khusus Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Indroyono mengungkapkan pembangunan infrastuktur pelabuhan wisata di Bali tengah terkendala birokrasi.

Oleh karena itu ia menegaskan birokrasi tidak seharusnya menghambat investasi.

Untuk memenuhi target kunjungan wisata, pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas pelabuhan untuk kapal-kapal wisata juga menjadi perhatian pemerintah.

Bali sebagai salah satu tujuan wisata utama Indonesia dinilai perlu terus mengembangkan potensi wisata dengan membangun infrastruktur untuk kapal wsiata. Terlebih, pulau dewata juga harus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah ajang pertemuan tahunan WorldBank-IMF pada 2018.

Pelabuhan Celukan Bawang memiliki kedalaman alami sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan. Lahan yang luas juga luas bisa menampung ratusan kendaraan yang akan membawa wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata.

Destinasi wisata di Bali Utara seperti Pantai Lovina, Danau Beratan, Kebun Raya Bedugul, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan juga akan dapat dioptimalkan serta membuka kemungkinan pengembangan destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut.

Tim Kemenko Maritim melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Celukan Bawang pada Jumat (28/7) dan menilainya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pelabuhan “cruise”.

General Manager Pelindo III Celukan Bawang Made Rusly Sunia Jaya menjelaskan sampai saat ini sudah ada kapal-kapal cruise yang berlabuh di Celukan Bawang seperti Silver Whisper dan Seabourne Encore yang berpenumpang sekira 2.000-3.000 pax.

“Saat ini Celukan Bawang terlalu kecil untuk kapal cruise sebesar Royal Carribean (4.000 pax), tapi potensi pengembangan ada. Untuk berwisata ke Bali Utara, melalui pelabuhan Celukan Bawang, ada alternatif jalur udara, lewat Banyuwangi dan menyeberang dengan ferry satu jam saja. Jadi destinasi yang berkembang tidak hanya Buleleng, Singaraja tapi juga Banyuwangi dan sekitarnya,” ujar Made.

Jarak lokasi wisata terjauh dari Celukan Bawang adalah Batur Unesco Global Geopark (Kintamani) dan Singaraja yang juga menjadi sentra perkebunan anggur yang telah memiliki kilang anggur (winery) yang telah mendapatkan penghargaan internasional.

“Sudah ada usulan untuk mengembangkan ‘wine’ (anggur) tanpa alkohol, agar ‘wine’ lokal Bali bisa dinikmati semua kalangan, bagian dari pengembangan wisata Bali Utara,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *