Israel Akui Serang Ambulans Dekat RS di Gaza Akibatkan 15 Orang Tewas

Israel Kembali Gempur Gaza

Jakarta, KabarBerita.id — Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah ambulans di luar Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City, Jumat (3/11) waktu setempat, yang dilaporkan membunuh belasan dan melukai puluhan orang.

Sejumlah video yang lokasi kejadian menunjukkan orang-orang berlumuran darah dan berserakan di tanah sekitar ambulans yang ringsek. Menurut otoritas kesehatan Hamas, setidaknya ada 15 orang tewas dan 50 orang lainnya terluka.

Dalam pernyataan, Israel mengklaim menargetkan ambulans tersebut karena digunakan oleh Hamas.

“Sebuah pesawat IDF [Israel Defense Forces] menyerang sebuah ambulans yang teridentifikasi digunakan oleh sel Hamas di dekat posisi mereka di zona pertempuran,” kata pernyataan IDF.

“Sejumlah anggota Hamas tewas dalam serangan tersebut. Kami memiliki informasi yang menunjukkan bahwa metode operasi Hamas adalah dengan mentransfer anggota teror dan senjata dengan ambulans,” klaim IDF.

Namun seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebut pada Jumat (3/11) waktu setempat, bahwa ambulans tersebut merupakan bagian dari konvoi medis yang berasal dari rumah sakit.

Konvoi itu melakukan perjalanan ke perbatasan Rafah dan mereka sudah memberi tahu Komite Palang Merah Internasional (ICRC) terkait agenda tersebut.

Pihak ICRC pun mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui jadwal konvoi kendaraan yang membawa banyak pasien dari utara Gaza ke selatan.

Namun mereka menyebut bukanlah bagian dari kegiatan itu, meski mengakui menerima permintaan dari Menteri Kesehatan Gaza untuk menemani konvoi tersebut.

“Kami diberitahu oleh Kemenkes (Palestina) soal jadwal konvoi itu, tapi kami bukan bagian dari kegiatan itu,” kata ICRC.

“Bahkan bila kami tidak ada di sana, ini masih merupakan konvoi medis, dan kekerasan apa pun terhadap personel medis tidaklah bisa diterima,” kata mereka.

“Tidak boleh ada dokter, perawat, atau profesional medis mana pun yang meninggal saat bekerja untuk menyelamatkan nyawa.” lanjutnya.

Serangan itu memperpanjang dampak agresi Israel ke Gaza selama beberapa hari terakhir yang membuat wilayah sempit dan akses terbatas Palestina itu terus menelan korban jiwa.

Kondisi di Gaza juga makin mengkhawatirkan lantaran serangan Israel menyasar ke kamp-kamp pengungsian, rumah sakit, dan memblokade suplai bahan bakar yang membuat masyarakat Jalur Gaza tak memiliki listrik.

Salah satu yang terdampak dari blokade Israel terhadap Gaza itu adalah nasib rumah sakit yang menampung warga korban perang, seperti di Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza.

Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza dalam kondisi kritis lantaran harus bertahan dengan mengandalkan satu generator pembangkit listrik, sementara jumlah pasien terus datang membeludak.

Relawan organisasi kemanusiaan MER-C, Fikri Rofiul Haq, mengatakan saat ini pemakaian listrik di ruangan-ruangan pasien harus dikurangi demi menghemat bahan bakar.

“Saat ini ruangan-ruangan pasien dikurangi pemakaian listrik demi hemat bahan bakar. Yang diutamakan listrik di lantai satu, karena ada ruang gawat darurat,” kata Fikri, Jumat (3/11).

Tinggalkan Balasan