Perang Berkecamuk, Ukraina Tarik Dubes dan Staf Kedutaan di Rusia

Jakarta, KabarBerita.id — Negara Ukraina telah menarik pelaksana tugas Duta besar dan staf kedutaan mereka di negara Rusia setelah memutus hubungan diplomatik karena perang yang dimulai berkecamuk pada hari Kamis(24/2).

Negara Ukraina mengambil langkah ini untuk merespons agresi militer yang dilakukan federasi Rusia ke Ukraina. Invasi angkatan bersenjata Rusia menghancurkan negara Ukraina dan mengambil paksa wilayah Ukraina dengan tujuan membangun kontrol kependudukan.

Meski telah menarik staf kedutaan namun kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan tidak akan memutus layanan kekonsuleran untuk warganya yang berada di Rusia.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan mereka akan terus membela hak dan kepentingan warga Ukraina di Rusia termasuk tahanan politik Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sendiri

Telah memutuskan hubungan diplomatik antara Kiev dan Moscow. Keputusan ini diambil karena tanggapan atas invasi Rusia ke negaranya

Namun begitu Ukraina masih terus membuka pintu diplomatik dengan Rusia untuk menyelesaikan krisis ini.

Saat ini pasukan Rusia telah mengepung negara Ukraina dari tiga sisi yaitu perbatasan di Timur, BelaRus di utara, dan Crimea Yang terletak di Selatan negara tersebut.

Militer Rusia menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan Pasi spasi militer bukan kota biasa di Ukraina dan mereka menjamin warga sipil Ukraina tetap aman.

Akan tetapi negara Ukraina melaporkan bahwa serangan Rusia tidak hanya menewaskan 40 tentara negara nya akan tetapi juga merenggut 10 nyawa warga sipil.

Negara Ukraina pun juga menyatakan siap berperang melawan negara Rusia. Menurut Ukraina serangan balik mereka sesuai dengan hukum internasional untuk mempertahankan diri.

Tinggalkan Balasan