Peran Suami Juga Krusial dalam Pencegahan Stunting

Jakarta, KabarBerita.id — BKKBN kembali menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting bersama mitra kerja di DKI Jakarta bertempat di Mesjid Nurul Hidayah, Jumat (1/12).

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi IX DPR RI DR. HJ. Kurniasih Mufidayati, M.Si, PLT. Direktur Kerjasama Pendidikan dan Kependudukan BKKBN RI Alifa Nuranti, Ketua Sub Kelompok Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Monika Yaniwati P. Ezeh.

Kurniasih menekankan peran penting ayah atau suami dalam membantu pencegahan stunting. Dalam upaya global untuk mengatasi masalah stunting, seringkali peran ibu dalam memberikan gizi yang baik kepada anak menjadi fokus utama. Meskipun demikian, tidak boleh diabaikan bahwa peran ayah juga memiliki dampak signifikan dalam pencegahan stunting pada anak-anak.

“Stunting, kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak terhambat akibat kekurangan gizi kronis, sering kali dianggap sebagai masalah yang hanya berkaitan dengan peran ibu. Namun, peran ayah dalam menyediakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak tidak boleh diabaikan,” kata Kurniasih.

Alifa menambahkan, melibatkan ayah dalam upaya pencegahan stunting adalah langkah kritis menuju keberhasilan “Ayah tidak hanya memiliki tanggung jawab ekonomi, tetapi juga dapat memainkan peran penting dalam memberikan dukungan emosional dan psikologis yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak,” ungkap Alifa.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ayah juga berperan penting dalam penanggulangan stunting:

Pemberi Dukungan Psikologis: Ayah dapat memberikan dukungan psikologis yang sangat penting bagi ibu dan anak. Kehadiran dan keterlibatan ayah dapat menciptakan lingkungan yang positif, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.

Partisipasi dalam Keputusan Gizi: Ayah dapat ikut serta dalam pengambilan keputusan terkait gizi keluarga. Dengan berkolaborasi dengan ibu, mereka dapat menciptakan pola makan yang seimbang dan memberikan makanan bergizi kepada anak-anak.

Model Perilaku Positif: Ayah berperan sebagai model perilaku bagi anak-anak. Dengan menunjukkan gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang baik, ayah dapat memberikan contoh positif yang membentuk kebiasaan sehat pada anak-anak.

Tanggung Jawab Ekonomi: Tanggung jawab ekonomi ayah juga berperan besar dalam pencegahan stunting. Dengan menyediakan dukungan finansial yang memadai, mereka memungkinkan keluarga untuk mendapatkan makanan bergizi dan akses ke layanan kesehatan.

Organisasi dan komunitas di seluruh dunia diharapkan untuk meningkatkan kesadaran akan peran ayah dalam pencegahan stunting. Mendorong keterlibatan aktif ayah dan memberikan pendidikan tentang gizi keluarga adalah langkah-langkah kunci dalam mencapai tujuan global untuk mengakhiri stunting pada anak-anak.

Melibatkan kedua orang tua dalam upaya pencegahan stunting adalah investasi dalam generasi mendatang yang sehat dan berkembang secara optimal.

Tinggalkan Balasan