Jalani Rehab, Remaja Penikam Sepupu Cabul Tak Lagi Cemas

  • Bagikan

Kupang, KabarBerita.id — Kondisi psikis remaja Penikam sepupu, MSK (16), dilaporkan membaik usai menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Kupang, NTT.
“Saat ini [kondisinya] sudah membaik, sudah bisa berinteraksi dengan teman-temannya”, kata Kepala BRSAMPK Naibonat Kupang Supriyono, yang ditemui di kantornya, Jumat (19/2).

Kondisi itu didapatkan secara berangsur setelah mendapat pendampingan atau trauma healing dari pekerja sosial. Hal ini, katany, sangat berbeda dengan situasi sepekan yang lalu saat MSK tiba di balai tersebut.

Saat itu, kata dia, MSK terlihat pendiam dan belum bisa berinteraksi dengan teman-temannya yang sedang menjalani rehabilitasi. “Dia juga masih kelihatan cemas”, kata Supriyoni, soal kondisi pekan lalu.

Seiring berjalannya waktu, MSK sudah bisa berinteraksi dan lebih ceria, nyaman, dan lebih tenang. Secara fisik, kata Supriyono, MSK tampak segar. “Kondisi kesehatannya juga baik,” jelasnya.

Dalam menangani MSK, pihaknya menunjuk seorang pengampu secara khusus serta 12 konselor yang juga turut membantu pendampingan.

“Sehingga bisa memberi rasa nyaman dan aman bagi MSK selama berada di tempat rehabilitasi ini,” kata Supriyono.

Senada, Emy Magdalena, pengampu dari MSK, menjelaskan saat ini perempuan yang sudah dijadikan tersangka pembunhan itu sudah dapat bergaul dengan teman-temannya.

“Kondisinya sudah sangat baik, lebih tenang, dan lebih nyaman. Sehingga dia lebih baik saat ini”, katanya.

Sebelumnya, MSK, remaja berusia 16 tahun, menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana setelah membunuh sepupunya NB (48) yang memaksanya untuk melakukan hubungan badan, Rabu (10/2).

Dalam kasus ini, penyidik Polres Timor Tengah Selatan, tidak menahan tersangka MSK. Tersangka hanya dititipkan ke Pantai Rehabilitasi Naibonat untuk mendapat pendampingan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan