Viral  

Perkelahian Anggota TNI vs Pemobil Diawali Suap-suapan di Mobil

Jakarta, Kabarberita.id – Polisi mengungkapkan pemicu kasus baku hantam antara anggota TNI Lettu Satrio dengan pengemudi mobil Bimantoro berawal dari lemparan nasi. Bimantoro yang berada di mobil sedang disuapi makan oleh pacaranya.

“Kan disuapin sama pacarnya, ada nasinya buang, gitu loh. Inikan BAP dasarnya bukan semau kita ngomongnya. Kamu buat apa? Ngelempar nasi,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Lemparan nasi itu, kata Andry, yang diduga membuat perselisihan kedua pemuda itu terjadi. Aksi baku hantam pun tak terelakkan.

“Nah, kalau melempar sesuatu gitu kan harus diverifikasi,” ujarnya.

Namun, menurut Andry, apa yang dilemparkan Bimantoro ke luar mobil itu masih perlu diverifikasi. Hal ini disebabkan ada pernyataan lain yang menyebut benda yang dilempar adalah kertas.

“Ini kan masih didebatkan. Sampah yang diduga jadi pemicu keributan belum ditemukan. Ya sebutir nasi, yang satu sampah selembar kertas kan nggak ditemukan keburu ribut. Verifikasi terhadap sampah itu harus dibuktikan,” tuturnya.

Kendati demikian, Andry juga menyebut ada niatan dari pelapor kasus ini akan dicabut. Kasus baku hantam yang ramai dibagikan di media sosial ini pun disebut akan berujung damai.

“Secara pribadi kelihatan, baru niatan lah (cabut laporan),” imbuhnya.

Sebelumnya, peristiwa ini diketahui bermula dari sebuah video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B-1599-PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di lajur kanan jalan, sementara anggota TNI AL masih duduk di sepeda motornya di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan.

Setelah itu, Lettu Satrio melaporkan kejadian tak mengenakan itu ke polisi. Kasus selanjutnya ditangani oleh Polres Jakarta Timur. Permohonan maaf pun telah disampaikan Bimantoro.(Sumber: Detiknews.com)

Tinggalkan Balasan