Mensos Terima Penghargaan dari IAI Al Khoziny

  • Bagikan

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Tokoh Teladan Inspiratif 2017 atas kerja keras dan dedikasinya pada bangsa.

Penghargaan dari Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny, Surabaya ini diserahkan oleh Rektor IAI,  Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim dalam Rapat Terbuka Senat Institut Agama Islam Al Khoziny dalam rangka wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam Al-Khoziny, Senin (30/10).

“Penghargaan ini mendorong saya untuk semakin fokus dalam memberikan layanan dan sapaan kepada masyarakat,” ujar Mensos berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id.

Khofifah mengatakan sebagai pejabat publik dan pembantu Presiden, ia berupaya menjalankan tugas dengan maksimal. Menguatkan jejaring, mencari terobosan layanan termasuk inovasi teknologi bansos non tunai bersama Himbara, mempelajari sukses dari berbagai negara pelaksana progran perlindungan sosial, menghadirkan nara sumber berkelas internasional, termasuk dari kantor pusat  Bank Dunia secara non APBN,  harapannya  Layanan kepada masyarakat makin hari makin membaik, makin transparan dan makin akuntabel.

“Saya mengajak tim internal Kementerian Sosial bekerja sangat keras dengan berbagai indikator ketepatan, yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat administratif, tepat jumlah dan  tepat kualitas. Saya juga mendorong maksimalisasi jejaring seiring dengan pentingnya membangun public – private partnership. Peran serta pemerintah daerah dan kemiteraan serta kerja bersama  semua pihak terutama generasi muda penerus pemimpin  bangsa  untuk bekerja keras, cerdas, ikhlas, tuntas dan cepat dalam berbagai bidang yang ditekuni. Ini kebutuhan mendesak  untuk mendongkrak daya saing kita,” tuturnya.

Khofifah mengatakan bahwa kini zaman mengalami percepatan perubahan yang luar biasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik teknologi informasi, komunikasi, transportasi, transaksi keuangan dan perdagangan, hubungan sosial kemanusiaan, kekerabatan dan sebagainya  membutuhkan antisipasi cepat, cerdas dan tepat. Anak-anak muda yang baru diwisuda harus siap menghadapinya agar tidak tertinggal.

“Ibaratnya orang berlari, tambah kecepatan saudara  untuk merespon perubahan semula lari secara alami dengan kaki, dipercepat dengan sepatu roda, dan dipercepat lari secara teknologi informasi dan komunikasi terutama gawai. Segera beradaptasi dengan berbagai perubahan  dan segera tentukan pilihan dan sikap saudara. Ada dua sikap yang bisa saudara  pilih,” kata Khofifah serius.

Pertama, siap berkompetisi di dunia yang semakin tanpa batas (borderless),  Lakukan sesuatu yang out of the box, maksimalkan seluruh ide kreatif dan penuh inovasi,  berani  memulai dan  jangan ragu mencoba sesuatu yang baru.

Kedua, hidup apa adanya, merasa sudah cukup,   tidak tergerak untuk  merespon dan tidak tergerak untuk  berkompetisi. Mungkin merasa telah berlari mengejar ketertinggalan namun kecepatannya kurang sehingga hasilnya kurang maksimal.

Salah satu upaya tersebut adalah lahirnya program bansos non tunai yang  terus dikembangkan sistemnya bersama Himpunan bank negara dan generasi terbarunya melalui  mesin EDC Offline untuk kemudahan penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan