Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan Buat Kesal China

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melintasi selat Taiwan pada Kamis (4/2).
Ini adalah pertama kalinya kapal perang AS melewati perairan memisahkan China dan Taiwan selama pemerintahan Presiden Joe Biden.

Kapal perang USS John McCain yang ditempatkan di Jepang rutin melakukan perjalanan dengan berdasarkan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus berlayar, terbang dan beroperasi dimanapun sesuai izin hukum internasional,” ucap Juru Bicara Armada ke-7 Angkatan Laut AS, Letnan Joe Keiley, Kamis (4/1).

Pertikaian antara Taiwan dengan China menjadi salah satu hambatan besar dalam kebijakan luar negeri Biden.

China mengklaim Taiwan adalah bagian dari negaranya, terlepas dari kenyataan bahwa kedua belah pihak terpisah selama lebih dari tujuh dekade.

Pada akhir pekan pertama pemerintahan Biden, China mengirim dua formasi besar pesawat tempur mendekati Taiwan.

Menurut pernyataan Angkatan Laut AS, transit terakhir terjadi pada malam tahun baru, ketika USS McCain dan kapal tanker USS Curtis Wilbur melewati selat itu.

Sepanjang 2020, kapal perang AS transit di perairan Taiwan sebanyak 13 kali. Paling banyak setelah 2016 yang terhitung 12 kali transit.

AS sampai saat ini menunjukkan dukungan terhadap pertahanan Taiwan. Pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menyetujui sejumlah persenjataan kepada Taiwan. Di antaranya jet tempur F-16, rudal, tank tempur utama serta mengirim utusan tingkat tinggi ke Taiwan.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyebut mereka akan tetap mempertahankan hubungan dengan Taiwan.

“Bagian dari komitmen itu adalah memastikan bahwa Taiwan memiliki kemampuan untuk bertahan dari agresi. Dan itu sebuah komitmen yang dipertahankan dalam pemerintahan Biden,” kata Blinken.

China melihat kapal perang AS yang melintasi Selat Taiwan sebagai provokasi yang mengancam stabilitas di kawasan dengan mendorong pendukung kemerdekaan Taiwan.

“China mengawasi dengan ketat pergerakan kapal perang AS melintasi Selat Taiwan. China akan tetap waspada setiap saat, dan siap menanggapi seluruh ancaman dan provokasi demi mempertahankan kedaulatan negara dan integritas wilayah. Kami berharap AS berperan lebih baik untuk mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan, dan bukan sebaliknya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dalam jumpa pers rutin di Beijing.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan