Berikut Ini Cara Paling Ampuh Cegah Infeksi Omicron BA.4 dan BA.5

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Kasus infeksi Covid-19 Omicron Varian BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia. Subvarian tersebut merupakan mutasi dari covid-19 omicron varian sebelumnya.

Dokter dan Juru bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa masyarakat tak perlu mempermasalahkan apa pun varian covid-19 yang ada sekarang. Hal ini diungkapkannya lantaran apapun sub varian covid yang bermutasi, kunci pencegahan dan cara mengatasinya tetap sama.

“Tingkatkan protokol, apabila terpapar tidak usah panik, cukup isoman. Namun tidak boleh lengah dan harus waspada. Penting untuk tetap tenang, tidak cemas, jangan panik, karena kita punya pengalaman menghadapi varian baru covid.”

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengungkapkan protokol kesehatan adalah kunci untuk menghadapi infeksi virus covid-19 apa pun subvariannya.

Protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah dengan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak sosial, mengurangi mobilitas, dan vaksinasi. 

Ia menambahkan, jangan lupa vaksinasi lengkap dan booster. Vaksin booster berguna untuk meningkatkan kembali memori antibodi terhadap virus jadi akan menurunkan risiko terpapar dan juga menurunkan risiko gejala berat jika terinfeksi.

Diketahui mutasi Omicron BA.4 dan BA.5 ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan sub varian sebelumnya. Subvarian ini memiliki karakteristik immune escape atau bisa kabur dari antibodi covid-19 dan juga menyebar lebih cepat.

Ditambahkannya, saat ini lonjakan kasus dari 23 negara yang melaporkan infeksi subvarian ini tidaklah terlalu signifikan. Dia juga mengklaim bahwa pandemi saat ini masih terkontrol.”

“Artinya fluktuasi kasus ada naik turun tapi itu hal yangwajar, kalau ada kenaikan kasus yang penting dikendalikan tidak ada lonjakan sampai kewalahan luar biasa, yang penting nanti evaluasinya bukan penambahan kasus baru saja tapi juga tingkat kematian, hospotalisasi, positivity rate dan lainnya,” tambahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan