Usai AS dan Korsel Latihan Gabungan, Korea Utara Tembak Rudal Balistik

Jakarta, KabarBerita.id — Korea Utara menembakkan rudal balistik ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang pada Rabu (30/8). Peluncuran tersebut bertepatan dengan latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Kantor berita Yonhap memberitakan hal tersebut setelah mendapat laporan dari militer Korea Selatan. Pihak militer kini menyatakan masih mendalami jenis rudal yang diluncurkan Pyongyang.

Juru bicara keamanan nasional AS John Kirby, seperti diberitakan AFP, menolak berkomentar soal itu.

Ulchi Freedom Shield merupakan latihan tahunan Korea Selatan bersama AS selalu membuat marah Korea Utara dan telah melakukan sejumlah uji coba senjata tahun ini.

Latihan udara gabungan tersebut melibatkan setidaknya satu pembom strategis B-1B AS yang terbang di atas Semenanjung Korea pada hari sebelumnya.

Pada Selasa (29/8), Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang juga mengadakan latihan pertahanan rudal angkatan laut gabungan yang membuat marah Korea Utara.

Washington, Seoul dan Tokyo telah meningkatkan kerja sama pertahanan mereka dalam beberapa bulan terakhir sebagai respons terhadap meningkatnya provokasi rudal oleh Korea Utara.

Pekan lalu, Pyongyang melakukan upaya keduanya untuk menempatkan satelit mata-mata ke orbit, meski berakhir dengan kegagalan.

Kim Jong Un telah menyatakan Korea Utara sebagai negara dengan kekuatan nuklir yang “tidak dapat diubah” dan menyerukan peningkatan produksi senjata, termasuk senjata nuklir taktis.

Ia juga menyerukan peningkatan angkatan laut Korea Utara, dengan mengatakan perairan negara tersebut penuh dengan bahaya perang nuklir,” seperti diberitakan media pemerintah lokal.

“Karena tindakan konfrontatif AS dan kekuatan musuh lainnya yang ceroboh, perairan di Semenanjung Korea telah menjadi tempat konsentrasi peralatan perang terbesar di dunia,” kata Kim Jong Un yang dikutip Kantor Berita Pusat Korea.

“Untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan kekuatan angkatan laut dengan cepat telah menjadi isu yang sangat mendesak mengingat upaya agresif musuh baru-baru ini.”

Tinggalkan Balasan