Sekolah Mau Ambruk, Siswa SD di Banten Dievakuasi ke Tenda

  • Bagikan

Serang, Kabarberita.id – Sebanyak 65 siswa SD Bantarpanjang di Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten terpaksa belajar di tenda-tenda. Mereka harus dipindahkan karena bangunan sekolah hampir roboh.

Kepala Sekolah SD Bantar Panjang, Cicih Sri Asih mengatakan, evakuasi kegiatan belajar mengajar dilakukan karena kondisi sekolah yang sudah sangat memprihatinkan. Selain menghindari adanya korban jiwa, sewaktu-waktu sekolah yang sudah retak di tembok-temboknya tersebut juga bisa membahayakan.

“Anak-anak kami biar selamat nggak ketimpa bangunan. Jadi biar belajar juga aman dari kelas yang mau roboh dievakuasi ke tenda,” kata Cicih di lokasi kepada detikcom, Cikeusal, Serang, Kamis (26/10/2017).

Menurut Cicih, evakuasi pemindahan belajar mengajar dilakukan mulai hari ini. Pembangunan tenda darurat dilakukan oleh jajaran Polres Serang dan Polsek Cikeusal. Bahkan menurutnya, Kapolres Serang juga sempat datang untuk membantu pembangunan tenda pada sore kemarin, Rabu (25/10).

“Tenda ini bukan permintaan sekolah, nggak ada yang minta tahu-tahu datang Pak Polisi bangun tenda,” ujar Cicih.

Kondisi sekolah yang hampir roboh ini menurutnya sudah berlangsung sejak tahun 2014. Rehabilitasi pembangunan juga menurutnya sudah diajukan kepada pihak Dinas Pendidikan, sayangnya, rencana itu gagal.

Pihak sekolah sendiri sudah membuat 5 tenda darurat hasil swadaya masyarakat Kampung Dahu Desa Bantarpanjang. Namun karena belum rampung, tiba-tiba kepolisian langsung mengirimkan bantuan tenda darurat untuk evakuasi siswa.

“Gubuk di bawah solusi terbaik biar anak-anaknya tenang belajarnya,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Cikeusal, Mad Sani, yang kebetulan ada di lokasi mengatakan terima kasih atas bantuan tenda yang diberikan polisi. Evakuasi ini dilakukan untuk menghindari musibah karena sekolah roboh.

“Kalau mengusulkan sudah dari 2016 sudah diusulkan, memang sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk dibangun,” kata Mad Sani. (Sumber: Detiknews.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan