Rusia Tanggapi Dugaan Bocornya Rencana Perang AS-NATO di Ukraina

Jakarta, KabarBerita.id — Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengaku tak kaget dengan bocornya rencana perang Amerika Serikat dan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) di Ukraina.

Peskov mengatakan Moskow sudah menyadari bahwa AS dan NATO terlibat dalam perang di Ukraina sejak lama.

“Kami tidak ragu sedikit pun mengenai keterlibatan langsung atau tidak langsung AS dan NATO dalam konflik antara Rusia dan Ukraina,” kata Peskov, Jumat (7/4).

“Tingkat keterlibatan ini meningkat secara bertahap. Kami mengawasi proses ini. Ya, tentu saja, itu membuat keseluruhan cerita lebih rumit namun itu tidak bisa memengaruhi hasil akhir dari operasi khusus Rusia,” lanjut dia.

Peskov bicara demikian setelah heboh dokumen rahasia berisi rencana perang AS dan NATO di Ukraina tersebar luas di internet awal pekan ini.

Dokumen-dokumen itu di antaranya menunjukkan penilaian internal AS mengenai kekuatan pasukan Ukraina, pengeluaran amunisi, dan persiapan untuk “serangan balasan musim semi” yang akan datang.

Slide presentasi briefing juga mencakup penilaian AS terhadap korban Rusia dan Ukraina, tingkat penembakan, pengiriman peralatan ke Kyiv dari negara-negara NATO, serta jadwal pelatihan pasukan. Beberapa slide bahkan bertanda “sangat rahasia.”

Salah satu dokumen khusus menampilkan bahwa AS dan NATO sedang melatih dan melengkapi sembilan dari 12 brigade tempur baru Ukraina dan memperkirakan bahwa enam di antaranya bakal siap pada akhir Maret sementara tiga sisanya pada 30 April.

Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon sejauh ini menyatakan pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan kebocoran dokumen tersebut dan mencoba menghapusnya dari internet.

Sementara itu Penasehat Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan via telegram bahwa dokumen tersebut sengaja dibocorkan oleh pihak Rusia.

Menurutnya dokumen itu tidak autentik dan “tidak berkaitan dengan rencana nyata Ukraina. Dokumen itu, lanjut dia, dibuat berdasarkan “jumlah informasi fiktif yang besar.”

“Rusia sedang mencari cara untuk menyita informasi, mempengaruhi rencana skenario serangan balik Ukraina,” kata dia.

“(Mereka) mencoba menimbulkan keraguan, kompromi terhadap rencana sebelumnya dan menakut-nakuti lewat kewaspadaan mereka. Tetapi ini hanya permainan standar intelijen Rusia dan tidak lebih. Ini tidak ada kaitannya dengan rencana sesungguhnya Ukraina,” ujarnya menambahkan.

Tinggalkan Balasan