Pemerintahan AS Terancam Tutup Buntut Pembahasan Anggaran Buntu

Jakarta, KabarBerita.id — Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terancam tutup jika anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan terkait pembahasan anggaran. Penutupan ini bakal berdampak pada jutaan pegawai federal dan personel militer.

Dilansir dari AFP, Sabtu (30/9), kedua kamar di Kongres menemui jalan buntu, dan sekelompok kecil anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan menolak rancangan undang-undang untuk mendanai sementara pemerintah dengan suara 232-198.

Anggota Partai Republik garis keras di Dewan Perwakilan menggagalkan rencana yang diusulkan oleh pemimpin mereka sendiri untuk menjaga aliran dana pada Jumat (29/9).

Langkah tersebut melibatkan pemotongan belanja besar-besaran dan kemungkinan besar tidak akan lolos di Senat yang mayoritas anggotanya berasal dari Partai Demokrat.

Presiden Joe Biden mengecam anggota Dewan Perwakilan dari Partai Republik atas potensi penutupan pemerintahan. Penutupan ini akan menyebabkan lebih dari 1 juta anggota militer yang bertugas aktif tanpa gaji.

Biden berbicara pada upacara penghormatan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley dan Ketua Jenderal CQ Brown yang akan menjabat.

“Jika DPR gagal memenuhi fungsi paling mendasarnya dan gagal mendanai pemerintahan besok, kita akan kehilangan seluruh pasukan kita,” kata Biden, dikutip dari CNN.

“Anggota militer kami akan terus menepati sumpah mereka, bekerja sebagai penjaga di seluruh dunia, menjaga keamanan negara kami, namun mereka tidak akan dibayar,” katanya.

Sementara itu Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Shalanda Young mengatakan bahwa pihaknya bergantung pada anggota parlemen dari Partai Republik yang berhaluan keras untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut. Menurutnya, masih ada peluang untuk menghindari penutupan pemerintahan

Tinggalkan Balasan