KPAI Sesalkan Jokowi Beri Grasi Guru Asing Pelaku Pelecehan Seksual

Jakarta, KabarBerita.id — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi kepada warga Kanada, Neil Bantleman, terpidana kasus pelecehan seksual siswa Jakarta Internasional School kini Jakarta Intercultural School (JIS).

Bantleman adalah mantan guru JIS yang divonis bersalah karena telah melakukan pelecehan seksual kepada siswanya. Ia dihukum 11 tahun penjara di tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung (MA).

Anggota KPAI Putu Elvina mengatakan grasi Jokowi menjadi lembaran hitam terhadap upaya perlindungan anak di Indonesia. Putu menyebut kasus pelecehan seksual siswa JIS itu menjadi komitmen pemerintah memberi perlindungan kepada anak-anak.

“Ini masih menjadi lembaran hitam upaya perlindungan anak,” kata Putu, Jumat (12/7).

Ia menilai pemberian grasi kepada terpidana kasus pelecehan seksual tentu bertolak belakang dengan upaya pemerintah melakukan perlindungan anak-anak dari kekerasan seksual. Menurutnya, sebelum memberikan grasi seharusnya Jokowi mempertimbangkan nasib korban kekerasan seksual.

“Ini yang memang kemudian menjadi hal yang akan disesalkan juga,” tuturnya.

Putu mengatakan orang-orang di sekitar Jokowi harus bisa memberikan pertimbangan yang tepat untuk menjelaskan substansi sebelum memberikan grasi kepada narapidana, termasuk Neil. Menurutnya, setiap pemberian grasi harus melewati pendalaman dari mulai pengajuan sampai dengan proses penilaian.

“Saya pikir ini mungkin lebih kepada koordinasi dan input antara para menteri mungkin yang memproses untuk pemberian grasi tersebut,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here