Kapolri: Perusuh Bukan Bagian Peserta Aksi Damai Di Bawaslu

Jakarta, KabarBerita.id — Massa aksi yang melakukan kerusuhan di sekitaran Tanah Abang pada Rabu (22/5) dini hari tadi, bukan bagian dari peserta aksi damai yang sebelumnya menyampaikan aspirasi di depan Gedung Bawaslu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, massa perusuh datang setelah massa aksi damai di depan Kantor Bawaslu membubarkan diri usai salat Tarawih berjemaah.

“Jam setengah 10 (21.30 WIB) sebenarnya sudah clear. Kira-kira jam 23.00 WIB datang sekelompok masyarakat, anak-anak muda sekitar 300-400 orang ke Bawaslu dari Tanah Abang, langsung kempar batu bahkan konblok, molotov dan petasan,” kata Tito saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).

Tak hanya beda massa, Tito juga menyebut adanya beda jenis aksi yang digelar pada siang hingga tarawih, dengan aksi yang melakukan kerusuhan.

“Bedakan penanganan, aksi unjuk rasa dilakukan damai. Selesai jam 9, (lalu) datang bukan unjuk rasa, langsung anarki. Mereka sudah perusuh. Menciptakan kejahatan, menyerang petugas,” jelas Tito.

Menurut Tito, ia harus menjelaskan perihal perbedaan segmen ini. Sehingga, katanya, masyarakat tidak disesatkan dengan informasi aparat membubarkan aksi damai.

“Jangan sampai publik di-framming seolah-olah ada aksi damai yang dibubarkan secara represif. Itu tidak benar,” tegasnya.

“Dua segmen yang berbeda. Segmen pertama aksi damai. Segmen kedua itu aksi langsung anarki oleh sekelompok orang yang menyerang. Sengaja menciptakan kerusuhan,” pungkas Tito.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here