Benarkah dengan Manjakan Diri Bisa Rawat Inner Child?

Jakarta, KabarBerita.id — Istilah inner child akhir-akhir ini ramai dibicarakan di sejumlah platform media sosial. Banyak orang menganggap perilaku kekanak-kanakan, impulsif belanja atau jajan sebagai wujud mengobati inner child yang terluka.
Orang-orang ini mengaku sempat mengalami rasa sakit masa kecil yang berefek pada inner child mereka. Akibatnya, setelah dewasa mereka memenuhi apa yang saat kecil tak pernah bisa didapatkan.

Tapi jangan sampai salah kaprah. Merawat inner child yang terluka tak cuma dilakukan dengan membebaskan perilaku impulsif.

Psikolog penanganan anak dan remaja di Kancilku Bernadette Cindy Leo mengatakan, merawat inner child bukan hanya berbelanja, makan enak, atau melakukan kegiatan tertentu yang dianggap tak pernah dilakukan di masa kecil. Cara merawat inner child yang sebenarnya adalah dengan melakukan pemulihan.

“Cara yang dilakukan itu dengan membuka diri, menerima, dan memaafkan peristiwa dan orang yang telah membuat inner child itu terluka,” kata Bernadette, Rabu (4/10).

Bernadette mengatakan, merawat inner child tak sesederhana berbelanja atau jajan makanan enak. Berbelanja dan perilaku impulsif lainnya hanya ‘bonus’ yang bisa didapatkan.

Merawat inner child yang terluka justru sulit dan harus melibatkan profesional serta sesi konseling. Hal ini perlu dilakukan untuk menggali luka apa sebenarnya yang telah merusak inner child seseorang.

“Para profesional bisa membantu dengan cara-cara yang disesuaikan untuk setiap individu. Karena setiap orang itu pasti berbeda cara merawat lukanya, cara memulihkan inner child-nya, karena luka setiap orang juga berbeda,” kata dia.

Alih-alih benar, kebiasaan berbelanja atau melakukan apa pun yang disukai secara impulsif jadi cara yang salah untuk merawat inner child. Bisa jadi, cara ini dilakukan hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan diri.

Bernadette menegaskan bahwa inner child yang terluka memang perlu disembuhkan. Hal ini dilakukan agar batin pulih dan seseorang bisa berdamai dengan masa lalu.

Tapi yang jelas, cara utamanya bukan dengan berbelanja. Hal itu hanya bonus setelah melakukan sesi konseling dan mulai membuka diri.

“Karena hal yang penting dilakukan untuk memulihkan inner child itu membuka dan memaafkan. Setelah melalui proses itu baru mau memanjakan diri untuk inner child ya silakan. Boleh saja,” kata dia.

Tinggalkan Balasan