Aliansi BEM Sumbar Gelar Aksi Bela Palestina, Dari Iktikaf Hingga Doa Bersama

Jakarta, KabarBerita.id — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatra Barat disingkat BEM Sumbar bersama masyarakat Sumbar menggelar Aksi Bela Palestina. Selain itu, aksi ini juga diikuti oleh Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP), dan Badana Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ( BKPRMI).

Aksi ini diadakan di depan kantor Gubernur Sumbar pada Minggu 9 Juni 2024. Koordinator lapangan aksi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur’an Muhamad Khalillulah menjelaskan bahwa aksi Bela Palestina ini masa aksi melakukan ikhtikaf di Masjid Raya Sumbar, pada Sabtu malam 8 Juni 2024.

“Ahad kita mulai gerak aksi jam 07:30 titik kumpul di masjid raya Sumbar dan jalan ke kantor Gubernur, oleh karena itu diharapkan teman- teman sudah berkumpul dihalaman Masjid Raya Sumbar sebelum jam 07:00. Dan untuk Sabtu malam kita melaksanakan Itikaf, tahajud berjamaah dan doa bersama,” ujar Khalil

Sekitar pukul 7.30 WIB massa aksi melakukan long march dari Masjid Raya Sumbar menuju kantor gubernur. Tampak masa aksi menggunakan sejumlah atribut Palestina seperti bendera, sticker, jilbab, dan syal. Selain itu, ada pula masa yang merias diri dengan tubuh dipenuhi cairan merah yang menggambarkan korban genosida di Gaza.

Keramaian masa aksi di depan kantor Gubernur Sumbar juga sempat memicu kemacetan, sehingga beberapa kendaraan seperti Bus Trans Padang sempat mengalihkan rutenya sementara untuk menghindari kemacetan yang terjadi.

Khalil mengungkapkan ada 4 tuntutan dalam aksi Bela Palestina kali ini yaitu:

1)Menolak segala tindakan kekerasan dan genosida yang terdapat di Palestina

2. Meminta dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberkati produk-produk yang berafiliasi dengan Israel

3. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berjuang menyebarkan, dan menyuarakan di sosial media terkait perjuang Palestina

4. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia Indonesia untuk mendo’akan dan memberikan donasi terbaik untuk saudara kita di Palestina.

Meskipun sempat turun hujan deras pada pagi hari sekitar pukul 8.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, hal tersebut tidak menghentikan aktivitas massa saat melakukan aksi di depan kantor Gubernur Sumbar. Aksi tetap dilakukan hingga akhirnya hujan mereda.

Salah satu masa aksi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Padang Panjang, Niken Ayu meceritakan perjalanannya untuk ikut aksi dengan menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Meski saat sampai sempat disambut dengan hujan deras namun, ia mengaku tetap bersemangat untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam aksi tersebut.

“Ini aksi kemanusiaan, tentunya kami tergerak hatinya dan kita mau datang kesini, meski jarak kita jauh tapi itu tidak jadi halangan,” tutur Niken.

Aliansi BEM se-Sumatera Barat dan Koalisi Masyarakat Sumbar saat Aksi Bela Palestina di Kantor Gubernur Sumbar pada Ahad, 9 Juni 2024. Foto: Tiara Juwita/ TEMPO

Ia juga berharap agar segenap masyarakat kompak mendukung aksi ini dengan memberikan bantuan baik secara langsung dalam bentuk donasi atau turut menyuarakan pembelaan dalam berbagai media.

” Kami menginginkan kebebasan pada Palestina segera tercapai, semoga penduduk Indonesia dapat memberikan bantuan baik berupa obat- obatan, finansial, atau turut menyuarakan. Karna jika bukan kita siapa lagi yang akan membantu, ” ujar Niken.

Serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah melonjak menjadi 35.034 orang, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah kantong yang terkepung itu, pada Minggu, 12 Mei 2024.

Dilansir dari France 24, setidaknya 78.755 orang lainnya terluka dalam serangan gencar itu, menurut kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan. “Serangan Israel menewaskan 63 orang dan melukai 114 lainnya dalam 24 jam terakhir,” kata pernyataan itu.

“Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” tambahnya. Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Aksi Bela Palestina akhirnya ditutup dengan mengelar doa bersama sebelum kembali ke daerah masing- masing.

Tinggalkan Balasan