• Bagikan
Joann Ward (Social media/Handout via REUTERS)
Joann Ward (Social media/Handout via REUTERS)

Kabarberita.id – Penembakan masal terjadi di gereja Texas Amerika Serikat (AS). Namun ada kisah heroik mengharukan terjadi saat penembakan massal tersebut. Seorang ibu merengut nyawa usai menjadikan dirinya sebagai tameng demi melindungi keempat anaknya dari tembakan pelaku.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/11/2017), Joann Ward mendorong putri sulungnya, Rihanna (9), ke lantai saat pelaku melepas tembakan secara brutal di dalam First Baptist Church di Sutherland Springs. Dia kemudian memeluk tiga anaknya yang lain yang masih kecil.

“Saya tidak terkena tembakan karena saya bersembunyi, dan Mama melindungi Emily, Ryland dan Brooke,” tutur putri sulung Ward, Rihanna, yang berhasil selamat. Kisah mengharukan ini diunggah ke publik oleh Vonda Greek Smith, salah satu kerabat keluarga Ward, via Facebook.

Kejadian itu terjadi saat kebaktian Minggu pagi pada 5 November kemarin. Sedikitnya 26 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka akibat penembakan tersebut.

Ward dan salah satu putrinya, Brooke (5), tewas seketika di lokasi penembakan. Sedangkan putri Ward yang lain, Emily (7), meninggal dunia di rumah sakit saat menjalani perawatan medis. Putra Ward, Ryland (5), berhasil selamat setelah terkena lima tembakan dari pelaku. Ryland kini dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat usai menjalani operasi.

“Ryland berhasil selamat dari sejumlah luka tembak, menjalani operasi cukup lama dan memiliki jalan panjang untuk pulih secara penuh,” ucap Smith di akun Facebooknya.

Saat penembakan terjadi, suami Ward yang bernama Chris tidak ikut ke gereja karena dia harus beristirahat usai bekerja semalaman. Bibi anak-anak tersebut, Leslie Ward, sedang berada di dekat rumahnya saat dia mendengar suara tembakan. Dia langsung membangunkan suaminya, Michale, yang kemudian pergi ke gereja dan menemukan keponakannya Ryland terkena tembakan.

Michael lalu memberitahu Chris soal tragedi yang menimpa keluarganya. “Saya tidak bohong, Chris, mereka semua terkena tembakan,” ucap Michael kepada Chris seperti dikutip surat kabar lokal, Dallas Morning News.

Diketahui Keluarga besar Ward memang sejak lama menjadi jemaat First Baptist Church.

Pelaku penembakan, Devin Patrick Kelley (26), yang mantan tentara Angkatan Udara AS ditemukan tewas di dalam kendaraannya usai beraksi. Terdapat luka tembakan di tubuhnya. Kepolisian sempat tidak yakin apakah Kelley bunuh diri atau ditembak orang lain, karena dia sempat dikejar seorang warga yang memiliki senjata api. Dalam keterangan terbaru, kepolisian menyatakan Kelley tewas akibat bunuh diri.

(nvc/ita)

Sumber ( DETIK.COM )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan