WHO mengatakan Kemungkinan Kelelawar Penyebab Covid-19

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Penelitian dalam kolaborasi China dan Who menunjukkan adanya kemungkinan virus covid-19 atau virus corona yang menyebabkan awalnya ditularkan hewan kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Lporan ini belum secara resmi dirilis oleh WHO, akan tetapi di Jenewa, Swiss, seorang diplomat memberikan salianannya ke Associated Press pada hari Senin.

Seorang diplomat yang memberikan laporan tersebut kepada AP menyatakan bahwa ini sudah versi final V tersebut. Tetapi, AP tidak dapat memastikan isi laporan tersebut tidak diubah sebelum dirilis secara resmi.

Isi dalam draf salinan studi tersebut, ada daftar empat skenario yang dibuat oleh peneliti kemungkinan awal mula virus corona menyebar. penularan kelelawar ke hewan lain adalah kemungkinan paling atas dalam daftar tersebut. dalam draf tersebut, peneliti juga menyebutkan kemungkinan penyebaran melalui makanan beku. tetapi kasus tersebut jarang sekali ditemukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa virus corona dimulai dari pasar makanan laut di Wuhan. Tetapi dalam laporan draf tersebut tidak menunjukkan adanya kepastian wabah ini dimulai dari pasar tersebut.

Diplomat yang memberikan draf ini mengatakan bahwa isi laporan tersebut dijaga sangat ketat karena adanya asal-usul virus dan dapat membantu ilmuwan untuk melakukan pencegahan covid di masa depan.

Hal ini juga sangat sensitif karena China selama ini selalu menghindari adanya kemungkinan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya pandemi ini.
ini.

Setelah sekian lama perilisan laporan ini ditunda, akhirnya laporan tersebut diperkirakan akan rilis pada selasa (30/3).

Publik curiga kepada bahwa pihak China yang mencoba untuk memutarbalikkan kesimpulan, hal tersebut dikarenakan penundaan berulang perilisan laporan tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengatakan sangat prihatin tentang metodologi dan proses yang masuk ke dalam laporan itu, termasuk juga fakta bahwa pemerintah di Beijing tampaknya membantu menulis laporan itu.
Peter Ben Embarek Ahli WHO, sebelumnya mengatakan laporan tersebut telah diselesaikan dan tengah dalam pemeriksaan fakta serta penerjemahan. Diharapkan seluruh proses tersebut dapat segera selesai dan segera dirilis ke publik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan