WHO Akui Laporan Pertama Corona Bukan dari Pemerintah China

Jakarta, KabarBerita.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa yang melaporkan pertama kali kasus virus corona bukan Pemerintah China, melainkan lembaganya sendiri.

Hal itu diketahui setelah WHO memperbarui laporannya tentang tahapan awal munculnya pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari AFP, Sabtu (4/7), WHO mengaku pertama kali mendapatkan informasi dari kantor perwakilan mereka di China. Ketika itu kasus pertama pneumonia dilaporkan di Wuhan.

Pada 9 April, organisasi itu menerbitkan rentang waktu awal wabah untuk menjawab kritik atas respons terhadap penanganan corona.

Dalam kronologi itu, WHO hanya menyebut bahwa Komisi Kesehatan Kota Wuhan di Provinsi Hubei telah melaporkan sejumlah kasus pneumonia pada 31 Desember 2019. WHO tidak menyebut secara spesifik soal siapa yang memberikan laporan tersebut.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menuturkan dalam konferensi pers pada 20 April, bahwa laporan pertama datang dari China. Namun saat itu Tedros tidak menyebut secara spesifik apakah laporan dikirimkan oleh pemerintah China atau sumber lain.

Kronologi terbaru yang dirilis WHO pada pekan ini memberikan versi lebih detail. Menurut kronologi terbaru itu, kantor cabang WHO di China, pada 31 Desember 2019, memberitahu kontak regionalnya soal keberadaan kasus ‘pneumonia virus’ setelah menemukan pernyataan media pada situs Komisi Kesehatan Wuhan.

Pada hari yang sama, Divisi Informasi Epidemi WHO mendapatkan laporan berita lainnya yang dikirim oleh jaringan pengawasan epidemiologi international bernama ProMed — yang berbasis di Amerika Serikat — soal sejumlah kasus pneumonia yang sama dari penyebab yang belum diketahui di Wuhan.

Setelah itu, barulah WHO meminta pemerintah China untuk memberikan informasi soal kasus-kasus ini. Permintaan informasi diajukan WHO pada dua kesempatan, yakni pada 1 Januari dan 2 Januari. Pemerintah China baru memberikan informasi yang diminta pada 3 Januari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here