Wali Kota Depok Siapkan Ruang Isolasi Terpusat di RSUD Timur Usai Kasus Covid Naik

  • Bagikan

Depok, KabarBerita.id — Adanya peningkatan kasus Covid-19 akhir-akhir ini membuat Wali Kota Depok, Mohammad

Idris akan kembali mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugrah Sehat Afiat atau RSUD Wilayah Timur sebagai lokasi Isolasi Terpusat (Isoter).

“Depok ada kenaikan kasus, pemerintah pusat sudah mengarahkan dan mengisyaratkan untuk mempersiapkan isoter, itupun jika positif rate nya sudah lima. Nah Kota Depok saat ini sudah ada tiga, dari nol koma sekian sekarang naik tiga, kalau nasional totalnya sudah 9,2. Ini harus diwaspadai, karena informasinya puncaknya akan terjadi di pertengan Juli,” ujar Idris.

Idris menambahkan, pihaknya akan memperpanjang kembali penggunaan isoter dan
menggunakan anggaran BTT (Belanja Tak Terduga).

“Karena kami tidak ada waktu lagi untuk kerjasama dengan UI maka kami gunakan kembali RSUD. Selama tiga bulan kemarin, Alhamdulillah hanya dua yang diisolasi di sana. Kami akan gunakan kembali untuk Juli, Agustus dan September,” paparnya.

Dikatakan Idris, untuk kapasitas tempat tidur di RSUD Wilayah Timur saat ini mencapai 60 dan akan ditambah lagi.

“Tenaga medis untuk isoter sudah ada yang kemarin kami rekrut dari KSKK,” katanya.

Apapun kesan dan image masyarakat saat ini, Idris mengajak warga Depok untuk tetap waspada.

“Untuk kasus yang varian baru setelah dites virusnya baru dua, Varian B5 dua orang. Yang
lainnya ada enam bukan warga Depok tapi domisili di Depok, namun kami instrukslikan untuk dihitung dari Depok juga walupun domisilinya bukan di Depok,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, khusus warga yang terpapar varian B5 telah dinyatakan sembuh karena hanya mengalami batuk biasa dan flu.

“Adanya kasus tersebut akan ada beberapa pengetatan-pengetatan aturan sesuai arahan
pemerintah pusat seperti kerumunan yang lebih 1.000 orang di ruang terbuka, apalagi di ruang tertutup. Dimana pesertanya harus memiliki vaksin booster dan harus bermasker,” tukasnya.

Sebelumnya Satgas penanganan Covid-19 Kota Depok melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan terpapar subvarian Omicron BA4 dan BA5.

Informasi yang berkembang, ada kasus yang menimpa warga berdomisili di Depok. Namun hal itu masih terus didalami pihak satgas. Pasalnya, enam orang tersebut tidak memiliki KTP Depok namun dikhawatirkan berdomisili di Depok.

“Untuk informasi, ada dua atau enam tambahan lagi tetapi kami sedang tracing karena
administrasi kependudukannya tidak ber KTP Depok, jadi sekarang kami sedang lacak,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis (23/06).

Selain itu, sambungnya, ada dua warga Depok yang terdeteksi positif Covid-19 subvarian
Omicron BA4 dan BA5. Hanya saja keduanya sudah dinyatakan selesai isolasi. Keduanya juga sudah melakukan aktivitas.

“Itu yang sudah dikirim datanya dua orang Omicron BA4 dan BA5 sudah selesai isolasi dan
sudah bisa beraktivitas. Untuk yang dua itu sudah selesai isolasi dan memang domisili di
Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan