Wako Bukittinggi Sebut Upaya Panen Raya Padi untuk Tekan Inflasi

  • Bagikan

Bukittinggi, KabarBerita.id — Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam penekanan laju angka inflasi yang salah satunya berupa panen raya padi.

Wako Erman Safar di Bukittinggi mengatakan, panen raya padi dalam rangka peningkatan produksi padi tentunya dapat menjadi salah satu upaya Kota Bukittinggi menelan laju inflasi.

“Dengan banyaknya panen, tentu stok beras akan semakin meningkat, Alhamdulillah beberapa panen di Bukittinggi saat ini hasilnya melimpah, bibit yang diberikan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Ia mengatakan memang ada beberapa persoalan dari para petani seperti masalah subsidi pupuk dan subsidi BBM yang terjadi.

“Ini patut menjadi perhatian bersama agar hasil pertanian Bukittinggi tidak menurun,” ujarnya.

Sebelumnya, Wako ikut menghadiri panen raya padi poktan Ngarai Saiyo di kelurahan Kayu Kubu, kegiatan ini dilaksanakan di hamparan sawah kawasan Ngarai Sianok.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengapresiasi kegiatan panen raya di Kelurahan Kayu Kubu dengan lokasi persawahan yang memang berbeda dengan lainnya.

“Karena ada nilai tambah, khususnya bidang pariwisata, hari ini kita sudah memiliki SDA dan SDM yang luar biasa, infrastruktur sawah yang ada, lengkap dengan jalan pertanian yang sangat cantik dapat menjadi nilai jual lebih, karena sudah menjadi salah satu bagian utama pariwisata Bukittinggi, kami akan support ini untuk lebih dikembangkan kedepannya,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Melwizardi menjelaskan panen raya oleh Poktan Ngarai Saiyo di atas hamparan sawah seluas tiga hektar itu merupakan juara pertama Poktan se-Kota Bukittinggi tahun 2022 yang dikelola oleh 20 petani.

“Investasi prasarana adalah jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang bersumber dari mata air Bukik Cangang. Panen padi ini merupakan jenis Varietas Randah Putih. Benih hasil penangkaran dikembangkan oleh Dinas di lahan petani. Kita berharap, lahan ini dapat dipertahankan karena merupakan objek wisata, berada di kawasan Geopark Sianok,” katanya menjelaskan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *