Universitas Brawijaya Kejar Akreditasi Institusi Internasional

  • Bagikan

Malang, Kabarberita.id – Universitas Brawijaya (UB) Malang terus berupaya mengejar akreditasi institusi internasional demi mewujudkan World Class University dengan kekhususan “World Class Entrepreneurial University”.

“Tantangan UB ke depan mempersiapkan diri menjadi World Class Entrepreneurial University (WCEU) sekaligus bersiap menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH),” kata Rektor UB Malang Prof Dr Nuhfil Hanani dalam sambutan Dies Natalis ke-56 kampus tersebut di Gedung Samantha Krida, Sabtu.

Oleh karena itu, kata Nuhfil, semua komponen di UB harus bekerja keras dan kompak mengembangkan kampus ini menjadi WCEU dan PTNBH, membangun SDM yang handal, dan meningkatkan daya saing global.

Selain itu, kata Nuhfil, pihaknya akan memfokuskan akreditasi institusi internasional pada 2019, sebab peningkatan akreditasi internasional tersebut wajib. Selain akreditasi institusi, UB juga akan meningkatkan akreditasi internasional program studi. Hingga kini UB masih memiliki 19 program studi yang terakreditasi internasional.

Untuk itu dalam tahun 2019 ia akan mengembangkan dan mengfokuskan program studi internasional untuk akreditasi A. “Setiap tahun kita akan mengakreditasikan dan memverifikasikan dua program studi internasional. Dari yang C ke B dari yang B ke A. Intinya harus ada peningkatan pada setiap program studi,” ucapnya.

Dalam meningkatkan akreditas internasional, UB akan membenahi dan meningkatkan kualitas berbagai sektor, di antaranya terkait kelembagaan, reputasi internasional, pendidikan, pusat kajian internasional, dan lainnya mengingat UB kini hanya memiliki 5 pusat kajian internasional.

“Mudah-mudahan tahun ini teman-teman siap, karena ini terkait dengan SDM. Jika SDM-nya siap, semuanya akan siap,” ucapnya.

Menurutnya, di Indonesia hanya ada dua universitas yang mendapatkan akreditasi institusi internasional yakni Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). “Di tahun 2019 ini kita akan fokuskan akreditasi institusi internasional, karena peningkatan akreditasi internasional itu wajib,” ujarnya.

Menyinggung prestasi yang diraih selama 2018, Nuhfil mengatakan cukup banyak, baik di bidang manajemen institusi, organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma, pengembangan SDM, pembinaan dan pengembangan mahasiswa.

“Sejak tahun 2014, UB telah mendapatkan predikat WTP dari aspek kinerja pengelolaan keuangan, pada 2018, UB juga mendapat penghargaan Program Asuh PT (Perguruan Tinggi) Unggul, serta meraih peringkat II bidang prestasi kemahasiswaan nasional dari Ditjen Belmawa Kemenristekdikti,” paparnya.

Selain itu, saat ini UB sudah mempunyai 34 jurnal bereputasi tinggi, satu jurnal internasional terindeks scopus, 33 jurnal bereputasi sedang, serta 44 jurnal terakreditasi nasional.

Sementara itu, Dies Natalis ke-56 yang ditandai dengan rapat umum senat terbuka itu juga menghadirkan Ketua Mahkamah Kosntitusi (MK) Anwar Usman serta Muspimda Malang raya dan sejumlah mitra kerja UB.

Ketua Senat UB, Ariffin mengatakan Dies Natalis ke-56 ini juga dijadikan sebagai agenda rapat terbuka terkait dengan laporan tahunan kinerja rektor di hadapan seluruh anggota senat UB dan sivitas akademika. Laporan tersebut juga dijadikan sebagai bentuk pertanggungajawaban kepada publik selama setahun penuh.

“Kami berharap UB segera menjadi perguruan tinggi yang mempunyai reputasi internasional, karena itu adalah wujud dari visi UB,” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan