Berita  

UEFA Selidiki Aktivitas Transfer PSG yang Berpotensi Langgar Financial Fair Play

NYON, Kabarberita.id – UEFA resmi menyelidiki aktivitas transfer Paris Saint-Germain di musim panas ini. Itu terkait dugaan adanya pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

PSG melakukan dua transfer pemain yang jadi sorotan di musim panas ini. Pertama, mereka mendatangkan Neymar dari Barcelona senilai 222 juta euro atau Rp 3,5 triliun.

Kemudian PSG meminjam Kylian Mbappe dari AS Monaco. Opsi pembelian permanen striker 18 tahun itu mencapai 180 juta euro atau Rp 2,85 triliun. Banyaknya uang yang dikeluarkan PSG membuat raksasa Ligue 1 itu berpotensi melanggar aturan Financial Fair Play. UEFA memulai penyelidikan soal itu pada Jumat (1/9/2017).

“Dewan Penyelidik Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA telah membuka penyelidikan resmi terhadap Paris Saint-Germain sebagai bagian dari proses pengawasan klub di bawah regulasi Financial Fair Play,” tulis UEFA di situs resminya.

“Dalam beberapa bulan mendatang, Dewan Penyelidik akan bertemu secara rutin untuk mengevaluasi semua dokumen yang berkaitan dengan kasus ini secara hati-hati,” UEFA menambahkan.

PSG yakin tidak bersalah dan akan bersikap kooperatif selama proses investigasi. “Klub terkejut dengan langkah ini mengingat kami selalu memberi tahu tim Financial Fair Play UEFA tentang dampak finansial dari semua transfer pemain yang dilakukan musim panas ini, meski tidak diwajibkan melakukannya,” tulis PSG dalam pernyataan di situs resminya.

“Klub sangat yakin dengan kemampuannya untuk membuktikan telah sepenuhnya mematuhi Financial Fair Play untuk tahun fiskal 2017/2018.”

“Klub menegaskan kembali bahwa kami selalu beroperasi dengan sangat transparan kepada UEFA, di mana kami telah menjalin hubungan baik selama enam tahun terakhir, sebagai bentuk rasa hormat kepada institusi tersebut,” PSG menambahkan.

PSG menjelaskan, mereka sudah bertemu dua kali dengan perwakilan UEFA untuk membahas aktivitas transfer PSG dengan Barca dan Monaco pada 23 Agustus dan 31 Agustus. PSG juga mengaku mendapat untung besar dari penjualan pemain untuk mengimbangi pengeluaran klub. Les Parisiens mengaku mendapatkan dana lebih dari 104 juta euro dari penjualan pemain pada musim panas ini.

Adapun pemain-pemain baru PSG, khususnya Neymar dan Mbappe, diyakini akan memberi keuntungan signifikan. Pendapatan klub yang berasal dari penjualan tiket, merchandise, hak siar, dan sponsor, disebut akan terdongkrak.

Sebagai informasi, FFP adalah aturan yang diterapkan UEFA sejak 2013. Aturan itu bertujuan membatasi utang klub serta membatasi sang pemilik menyuntikkan uangnya kepada klub. PSG sendiri dimiliki oleh Qatar Sports Investments sejak 2011 silam.

Hukuman atas pelanggaran FFP bervariasi. Dari yang paling ringan berupa denda, hingga hukuman-hukuman lain berupa penahanan uang hadiah, pelarangan transfer, hingga yang paling berat berupa diskualifikasi dari kompetisi antarklub Eropa.

Tinggalkan Balasan