Tinju PON XX Papua Ricuh Usai Pertandingan DKI vs NTT

  • Bagikan

Jakarta, Kabar Berita.id — Usai memprotes keras keputusan juri, Petinju DKI Jakarta Jil Mandagi menjadi sasaran amukan panitia PB PON XX Papua 2020.

Pertandingan kelas 52-56 kg yang dilangsungkan di GOR Cendrawasih, Jayapura, Jumat (8/10) diputuskan juri dimenangkan oleh Luki Mira Agusto Hari dari NTT.

Jil Mandagi yang tidak terima, langsung melayangkan protes keras. Ia langsung keluar ring, membanting pintu hingga memukul baliho. Protes keras ini memancing reaksi dari relawan yang tergabung dalam panitia pelaksana.

Pelatih kepala tinju DKI Jakarta Hugo Goseling mengakui apa yang dilakukan Jil Mandagi berlebihan namun hal tersebut sebenarnya bisa dilerai. Panpel justru memukul atlet dimana hal tersebut tidak boleh dan mengarah ke kriminal.

Dari video yang beredar, pihak kepolisian kesulitan untuk mencegah rombongan panpel yang mengejar dan mencoba memukul Jil Mandagi. Panpel yang bisa lolos dari pihak kepolisian berhasil memukul Jil Mandagi. Sang petinju juga berusaha membalas hingga akhirnya terjadi baku hantam di luar ring.

Hugo Goseling mengungkapkan hal tersebut terjadi karena keputusan wasit yang tidak bagus, dimana Jil Mandagu harusnya memenangkan pertandingan. Ia menegaskan keputusan juri salah karena dirinya juga merupakan praktisi tinju.

Akibat baku hantam ini, Jil Mandagi dan ofisial tinju DKI beserta relawan yang terlibat pemukulan dibawa ke Polda Papua untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kami tahu setiap daerah tidak sama karakternya, namun semuanya kami serahkan kepada pihak berwenang di sana. Kami juga sudah melaporkan ke KONI DKI,” ujar Hugo.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan