Tersangka Sate Beracun Awalnya Hanya Berniat Bikin Mencret

  • Bagikan
NA, diamankan di Mapolres Bantul terkait kasus takjil sate beracun,

Jakarta, KabarBerita.id — Tersangka kasus sate beracun, NA (25) awalnya tidak ada niatan untuk membunuh Tomi atau Faiz (10).

NA berniat untuk membalas sakit hatinya saja, menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi.

“Kita sedang memastikan kembali. NA mengaku hanya untuk memberi pelajaran, dampaknya mules dan mencret saja,” ungkap Ngadi, Senin (3/5).

Pengakuan didapat dari R, dimana R adalah yang menyarankan kalium sianida dicampur ke sate. “Harus kita buktikan dulu, kalau dari pengakuannya seperti itu,” tambah Ngadi.

Kepolisian masih memastikan apakah R dan NA mengetahui atau tidak dampak KCN jika dikonsumsi manusia.

“Pengakuan NA berdasar R dampaknnya hanya mules, tapi faktanya berbeda,” terangnya.

NA setelah ditelusuri dalam jejak pembelian online membeli sodium sianida. Tapi ternyata terkandung kalium sianida setelah diuji lab pada bumbu sate.

“Bentuknya seperti kristal bubuk dan sedang kita periksa takarannya berapa. Menurut pengakuan hanya satu sendok saja,” jelasnya.

Jumlah tersangka bisa bertambah dilihat dari temuan baru tersebut. “R handphonenya mati dan tidak bisa dihubungi lagi, kemungkinan tersangka bertambah, kita akan pastikan,” pungkasnya.

NA diperiksa dan terduga tersangka kasus sate beracun yang berakibat meninggalnya Naba Faiz, Warga salakan, Bangunharjo, Sewon Bantul, Minggu (24/4). Sate tersebut dititipkan Bandiman (47) ayah Naba yang juga pengemudi ojek online. NA warga Majalengka ditangkap di rumahnya Potorono, Banguntapan, Bantul pada Jumat (30/4).

Bandiman mengaku menerima paket sate setelah penerima menolak karena tidak merasa memesan.

Hasil penyelidikan mengungkakan bahwa Naba adalah korban salah sasaran, karena sebetulnya sate itu ditujukan kepada Tomi.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy sementara ini menyebut NA melakukan hal ini karena membalas sakit hati.

“Tomi ini atau target menikah dengan orang lain sehingga membuat NA sakit hati. Sementara motifnya itu,” terang Burkan.

Burkan mengatakan dulu Tomi dan NA memiliki hubungan sebelum Tomi menikah. “Kesimpulan masih didalami kepolisian siapa target sebenarnya,” tambah Burkan.

Tomi diketahui sebagai anggota Sastreskrim Polresta Yogyakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan