Tersangka Bom Joke Lion Air Minta Kasusnya Dirembug

Pontianak, KabarBerita.id — Penasihat tersangka FN, Marcelina Lin meminta kepada manajemen Lion Air, agar kasus FN yang melakukan candaan bom diselesaikan secara kekeluargaan, seperti kasus serupa pada maskapai penerbangan lainnya.

“Karena kasus ini bukan yang pertama, malah dalam bulan Mei ini saja ada sepuluh kasus serupa yang terjadi di maskapai Garuda oleh oknum DPRD Banyuwangi tetapi tidak diproses, tetapi kenapa klien kami FN lalu diproses hukum,” kata Marcelina Lin di Pontianak, Rabu.

Sebelumnya, pada Senin malam, sekitar pukul 18.30 WIB, pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta, mengalami penundaan karena salah seorang penumpang berinisial FN mengutarakan adanya bom kepada salah seorang pramugari Lion Air pada saat menaruh tas bawaannya di kabin pesawat tersebut.

Ia menjelaskan, pihaknya mengaku prihatin dengan keadaan kliennya yang sangat terpukul, karena keinginannya untuk pulang ke Papua sebenarnya mau mengikuti tes penerimaan CPNS setelah enam tahun berada di Pontianak dan baru kali ini pulang.

“Upaya yang kami lakukan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan tadi siang kami sudah bertemu dengan manajemen pihak Lion Air, agar mereka menarik laporan polisi dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Karena, menurut dia, kejadian tersebut terjadi karena pramugari menyimpan tas milik FN dengan kasar, apalagi dalam tas tersebut ada tiga buah laptop milik FN.

“Lalu FN menyampaikan kepada pramugari tersebut, hati-hati bu dalam tas saya ada tiga buah laptop, karena pramugari tersebut tetap memasukkan tasnya dengan kasar karena kabin hampir penuh, lalu dia menyuarakan lagi hati-hati bu ada bom, tetapi dengan pelan bukan berteriak,” ungkap Marcelina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here