Survei KedaiKOPI: Elektabilitas MENHAN Prabowo tertinggi 24,5 persen

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Lembaga survei KedaiKOPI mengatakan elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungguli elektabilitas Presiden RI Joko Widodo.

Dalam survei terbaru, KedaiKopi meminta responden menyebut tokoh baru menjadi presiden di 2024. Sebanyak 24,5 persen menyebut nama Prabowo. “Muncul beberapa nama seperti, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Presiden saat ini Joko Widodo” kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo.

Jokowi yang saat ini menjabat presiden periode kedua menempati urutan kedua elektabilitas dalam survei tersebut. Elektabilitas Jokowi tercatat 18,5 persen pada survei terbaru KedaiKOPI tersebut. Di urutan ketiga, Gubernur Jawa Tengah yang juga politikus PDIP Ganjar Pranowo 16 persen. Kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 13,3 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 12,5 persen.

Dalam survei terbaru KedaiKOPI tersebut, Prabowo yang saat ini menjabat Ketua Umum Gerindra itu masuk dalam jajaran teratas elektabilitas di kalangan tokoh partai politik. Pria yang berpengalaman ikut tiga kali Pilpres menempati posisi kedua dengan elektabilitas 15,6 persen.

“Elektabilitas tokoh parpol, terdapat Ketum Golkar Airlangga Hartarto 17,6 persen, kemudian Prabowo Subianto, Ketum Gerindra 15,6 persen,” ujar Kunto. Survei ini dilakukan via telepon pada 29 Maret-4 April 2021. KedaiKOPI melibatkan 1.260 responden tersebar 34 provinsi.

Kunto menerangkan, pihaknya memberikan pertanyaan terbuka kepada para responden. Sehingga, lanjutnya, para responden kemudian memberitahu capres favorit mereka untuk pilpres mendatang.”Itu pertanyaan terbuka, kita tidak mengarahkan,” ujar Kunto menjelaskan alasan nama Jokowi masuk hasil survei terbaru mereka.

Diketahui, konstitusi Indonesia membatasi seorang WNI menjadi presiden hanya dua periode. Sehingga Jokowi yang telah menjadi presiden dua periode tidak bisa ikut pilpres mendatang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan