Survei: Generasi Z Yakin Indonesia Mampu Unggul

  • Bagikan

JAKARTA, Kabarberita.id – Lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) mencatat bahwa generasi Z, atau kelompok masyarakat yang lahir pada awal 1990-an hingga 2000-an, memiliki keyakinan bahwa Indonesia akan mampu menjadi negara unggul.

“Banyak responden yang berpendapat Indonesia masih harus membangun dan memperbaiki beberapa sektor, namun 100 persen responden percaya bahwa Indonesia mampu untuk bisa menjadi lebih baik lagi,” kata pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Survei KedaiKOPI menjajaki opini responden mengenai hal yang membuat Indonesia bisa menjadi lebih baik, di mana 19,5 persen responden meyakini perbaikan ekonomi merupakan syarat agar Indonesia bisa lebih maju.

Kemudian, sebanyak 15 persen responden berpendapat kelancaran proses pembangunan merupakan jawaban bagi Indonesia agar mampu unggul. Hal lain yang dianggap bisa membuat Indonesia lebih baik lagi adalah kualitas SDM (14,5 persen), tujuan yang sama (12,5 persen), dan kinerja pemimpin yang baik dan tidak korupsi (12 persen).

“Berada di peringkat ketiga terbawah, 5,5 persen responden percaya cara memajukan Indonesia dengan memperbaiki keamanan, diikuti oleh 4,5 persen berpendapat jika rakyatnya memahami perbedaan, dan 16,5 persen responden mengusulkan beberapa ide lainnya,” kata Hendri.

Lebih lanjut, KedaiKOPI juga mencatat harapan-harapan generasi Z bagi Indonesia yang telah memasuki usia kemerdekaan ke-72. Mayoritas responden (53,7 persen) berharap Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik, maju, dan jaya.

“Bebas korupsi juga merupakan harapan yang diinginkan oleh kelompok usia pasca-milenial ini. Sejumlah 14,5 persen responden berharap tidak ada korupsi, semua masyarakat hidup sejahtera dan tidak ada lagi orang miskin. Diikuti dengan harapan masyarakat dapat menerima perbedaan agama (12,6 persen) dan harapan Indonesia bisa bersaing dengan negara lain (6,5 persen),” kata Hendri.

Survei KedaiKOPI tersebut dilakukan dengan 200 responden tersebar di lima kotamadya di Provinsi DKI Jakarta. Responden dipilih melalui metode “stratified random sampling” di 12 sekolah dan tiga universitas di ibu kota dengan “margin of error” (MoE) +/- 7 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *