Sidang Pemakzulan Kedua Trump Mulai Digelar

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Sidang pemakzulan kedua terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai digelar hari ini, Selasa (9/2).
Pada tahap awal ini pimpinan mayoritas Senat menetapkan terlebih dulu aturan main sidang pemakzulan.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (9/2) dengan agenda memberikan waktu masing-masing 16 jam kepada utusan Dewan Perwakilan dan kuasa hukum Trump untuk memaparkan secara rinci alasan pemakzulan dan pembelaan.

Kemudian, kedua belah pihak dipersilakan saling melontarkan argumen. Kesempatan paparan pada tahap pertama diberikan kepada Dewan Perwakilan, lalu diikuti kuasa hukum Trump.

Tahapan selanjutnya Senat akan melontarkan serangkaian pertanyaan kepada utusan Dewan Perwakilan dan kuasa hukum Trump terkait pemakzulan itu.

Kuasa hukum Trump, David Schoen, yang merupakan seorang Yahudi meminta izin kepada Senat supaya sidang dihentikan sementara mulai Jumat pukul 17.00 waktu setempat hingga Sabtu keesokan harinya, karena dia hendak melakukan ibadah Sabbath. Senat sepakat dan akan melanjutkan sidang pada Minggu (14/2) sore waktu setempat.

Senat juga akan melakukan pemungutan suara memutuskan apakah akan menghadirkan sejumlah saksi sesuai permintaan Dewan Perwakilan.

“Aturan yang kita sepakati sangat adil. Hal itu bertujuan supaya persidangan ini mencapai satu tujuan: kebenaran dan pertanggungjawaban,” kata Pemimpin Mayoritas Senat dari fraksi Demokrat, Chuck Schumer.

“Kami sedang merapikan resolusi akhir yang bisa disetujui seluruh kalangan. Utusan Dewan Perwakilan, kuasa hukum Trump, Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell dan saya akan memastikan sidang berjalan adil, jujur dan tidak berpihak,” ujar Schumer.

Dewan Perwakilan yang dikuasai Partai Demokrat menuduh Trump menghasut para pendukungnya melalui ucapannya dalam pidato hingga memicu kerusuhan dan penyerbuan ke Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu.

Saat itu Trump menuduh ada indikasi kecurangan dalam pemilihan umum 2020, yang sampai saat ini tidak bisa dibuktikan.

Ketika peristiwa itu terjadi, Kongres tengah menggelar rapat untuk mengesahkan hasil pemilihan umum 2020. Alhasil, rapat itu harus ditunda dan dilanjutkan pada 7 Januari, dengan mengesahkan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

Dilaporkan lima orang, termasuk seorang polisi, meninggal dalam kejadian itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan