Siap Lawan China, Biden Gandeng Australia, Jepang, India

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Presiden Amerika Serikat Joe Biden bertemu pemimpin Australia, India, Jepang sebagai upaya mengembangkan militer dan kekuatan ekonomi untuk melawan China, Jumat (12/3) waktu setempat.
Biden membicarakan hal tersebut dalam pertemuan virtual dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Salah satu masalah yang akan ditangani adalah rantai pasokan vaksin corona, di mana banyak negara sangat bergantung pada China selama pandemi.

Pejabat Gedung Putih menyebut pertemuan dengan negara-negara tersebut menunjukkan pentingnya posisi Biden di kawasan Indo-Pasifik.

Selain itu juga mengenai fokus memerangi pandemi, bekerja sama untuk menumbuhkan ekonomi dan mengatasi krisis iklim.

“Ini menjadi tanda yang sangat kuat tentang sebab dan tujuan bersama. Dan tujuan di sini pada dasarnya adalah untuk memperkenalkan Quad (sebutan empat negara itu) sebagai fitur baru diplomasi reguler di Indo-Pasifik,” kata seorang pejabat senior pemerintahan AS kepada Reuters.

Seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan pertemuan itu juga akan mengumumkan perjanjian pembiayaan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi vaksin virus corona di India.

Hal tersebut dianggap cara untuk yang mendesak New Delhi agar melawan diplomasi vaksin China yang kian meluas.

Amerika Serikat ingin memperkuat hubungan dengan sekutu dan mitra lantaran China mengadopsi kebijakan luar negeri yang semakin tegas di Asia dan sekitarnya.

Washington mengatakan kapasitas vaksin tambahan akan digunakan dalam upaya vaksinasi di Asia Tenggara. Di sisi lain Beijing juga bersaing untuk mendapat pengaruh dari negara-negara lain.

Kemarin surat kabar Nikkei Jepang melaporkan keempat negara akan bekerja sama untuk mengamankan logam tanah untuk produksi motor mobil listrik dan produk lainnya.

Sementara, pada hari Selasa, pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat dan Jepang akan membantu mendanai perusahaan-perusahaan India yang memproduksi vaksin untuk membuat vaksin AS Novavax Inc dan Johnson & Johnson.

Namun, sumber pemerintah India mengatakan pembatasan AS pada ekspor bahan kritis dapat menghambat upaya itu dan China memulai distribusi skala besar ke Asia Tenggara.

India, Australia, dan Jepang semuanya memiliki tantangan yang sama soal keamanan dalam menghadapi China. Kerja sama di antara ketiga negara itu dimulai dari tanggapan bersama saat gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004.

Quad dihidupkan kembali di bawah pemerintahan Trump. Ia melihatnya sebagai kendaraan untuk melawan pengaruh China.

Pada 2019, Amerika Serikat menjadi tuan rumah dalam acara pertemuan para menteri luar negeri diikuti oleh pertemuan lain di Jepang tahun 2020 dan pertemuan virtual pada Februari.

Pertemuan hari Jumat bertepatan dengan dorongan diplomatik utama AS untuk memperkuat aliansi di Asia dan Eropa untuk melawan China.

Beberapa hari setelahnya, pada Minggu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin akan menuju ke Jepang dan Korea Selatan untuk pertemuan pertama antara pejabat senior pemerintahan Biden dan sekutu AS.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan