Separuh Guru PAUD tidak Berpenghasilan Selama Pandemi

Jakarta, KabarBerita.id — Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) menggelar peringatan HUT ke-70 IGTKI dengan mengusung tema “70 Tahun IGTKI Berjuang dan Berkarya serta Bersama Menjadi Guru Penggerak Membangun Generasi Unggul Indonesia Bahagia”, Jumat (22/5).

Ketua umum IGTKI PGRI, Farida Yusuf dalam sambutannya mengungkapkan, “IGTKI didirikan oleh 36 orang guru TK yang sepakat mendirikan perkumpulan yang diberi nama IGTKI dan kini telah berkiprah selama 70 tahun dalam mendidik dan menumbuhkan karakter anak sejak usia dini.”

Menyikapi situasi pandemi Covid-19, beberapa guru TK dan keluarganya terdampak, ia berpesan agar guru TK bersabar menghadapinya. Apalagi kebanyakan guru TK berada di bawah naungan lembaga swasta yang honor gurunya mengandalkan kemampuan finansial yayasan.

“Alhamdulillah kebijakan pemerintah bahwa BOP DAK Kemdikbud bisa diberikan untuk honor guru, semoga kebijakan ini dapat membantu meringankan beban guru TK,” harap Farida Yusuf,” ujar Farida Yusuf.

Menanggapi ketua umum IGTKI, Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, bahwa sejak April dana BOP sudah disalurkan ke 467 kabupaten/kota, namun baru 84 Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota yang menyalurkan ke lembaga-lembaga PAUD.

“Terdapat 47 kabupaten/kota di Indonesia Timur yang belum menyampaikan laporan tahun lalu dan belum selesai validasi terutama Papua, Papua Barat, dan NTT. Mohon IGTKI mengawal hal tersebut,” tandasnya.

Dalam kaitan itu, Iwan Syahril menambahkan bahwa setengah dari guru PAUD tidak memiliki penghasilan di masa pandemi. Hal itu dikarenakan orang tua tidak membayar SPP akibat kondisi orang tua yang terdampak perekonomiannya. “Sehingga bantuan BOP PAUD dapat digunakan untuk membayar gaji guru,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here