Saksi Mata: Pasukan Sudan Tembaki Pemrotes Dengan Gas Air Mata

Khartoum, Kabarberita.id – Pasukan keamanan Sudan melepaskan tembakan gas air mata ke arah ratusan pemrotes yang berusaha mendekati istana Presiden Omar al-Bashir di tepi Sungai Nil pada Senin (31/12) untuk menolak kenaikan harga dan menuntutnya mundur.

Para petugas menangkap puluhan orang, sementara yang lain mengawasi dari atap-atap bangunan dan kendaraan lapis baja dengan senjata mesin yang diparkir di jalan-jalan sekitar.

Sejumlah pengunjuk rasa berteriak, “Rakyat menginginkan kejatuhan rezim ini,” slogan yang biasa digunakan dalam pergolakan “Musim Semi Arab” tahun 2011 –yang mengguncang negara-negara di kawasan itu.

Presiden al-Bashir kemudian muncul di televisi nasional, mengakui negara sedang menghadapi tantangan dan berjanji akan mengatasinya – tetapi ia tak menyinggung kerusuhan.

“Negara kita sedang mengalami kesulitan ekonomi yang telah melukai satu sektor besar dalam komunitas kita akibat faktor-faktor internal dan eksternal yang anda ketahui,” kata pemimpin yang berusia 74 tahun itu.

“Kami yakin bahwa masa-masa sulit dan sementara ini akan segera teratasi,” tambahnya dalam pidato, yang disampaikan menjelang akhir peringatan Hari Kemerdekaan pada Selasa.

Demonstrasi utama pecah menjadi aksi-aksi protes lebih kecil di seluruh kawasan pusat kota. Kemudian pada malam hari, polisi menembakkan gas air mata ke arah sekitar 200 orang di kawasan al-Shambat, di bagian utara Khartoum, kata para saksi mata.

Kemarahan atas kenaikan harga, kekurangan kebutuhan-kebutuhan pokok dan krisis uang tunai telah memicu protes-protes di seluruh Sudan selama dua pekan belakangan ini. Menurut angka resmi, 19 orang termasuk dua personel militer telah tewas dalam bentrokan-bentrokan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here