Rusia Tetap Keok di Ukraina Meski Kerahkan Puluhan Ribu Tentara Tambahan

Jakarta, KabarBerita.id — Amerika Serikat melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Vladimir Putin mengerahkan puluhan ribu tentara tambahan ke Ukraina, tapi tak memberikan dampak besar bagi Rusia.

Seorang pejabat militer AS menyatakan Rusia mengirimkan puluhan ribu tentara itu ke garis depan medan tempur dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan.

Namun menurutnya pasukan tambahan itu tak berdampak besar karena mereka “kurang perbekalan alat, kurang terlatih, dan diburu-buru ke medan perang.”

AS mulai mengendus penambahan pasukan ini setelah Rusia mengklaim bahwa mereka bakal menerjunkan 300 ribu personel baru pada Oktober tahun lalu.

Pejabat itu mengatakan bahwa Rusia lebih memilih untuk langsung mengerahkan pasukan pengganti di tengah invasi di Ukraina.

Mereka tak terlalu peduli dengan cara kerja mau pun kekompakan unit mereka di lapangan. Alhasil pasukan Rusia tetap memble dalam pertempuran di Ukraina.

Terbukti dalam sejumlah pertempuran, pasukan Rusia tak kuasa membendung gelombang serangan balik Ukraina, terutama di wilayah timur.

Pada akhir tahun lalu saja Ukraina menewaskan ratusan tentara Rusia dalam dua serangan besar-besaran. Sejumlah pihak di Rusia mengklaim kekalahan telak ini terjadi karena ketidakbecusan komando di lapangan.

Yevgeny Prigozhin selaku pemimpin kelompok tentara Bayaran Rusia, Wagner, juga mengakui ketidakbecusan pasukan Negeri Beruang Merah di medan tempur.

Perang Ukraina pun disebut-sebut menjadi medan perebutan popularitas antara Kemhan Rusia dan Wagner. Prigozhin mengklaim tentara bayarannya lah yang banyak menyumbang kemenangan.

Sejumlah laporan intelijen AS menunjukkan Wagner memang menerapkan taktik brutal selama invasi di Ukraina. Mereka pun memasukkan Wagner ke dalam daftar hitam pada akhir pekan lalu.

Tinggalkan Balasan