AS-Rusia Bahas Konflik Suriah Utara

MOSKOW, Kabarberita.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson membahas konflik Suriah melalui telepon, dalam upaya tertentu mewujudkan stabilitas di wilayah utara negara tersebut, kata kementerian luar negeri Rusia, Minggu.

Mereka membahas penanganan krisis Suriah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan juga kemungkinan agenda perundingan Suriah yang dijadwalkan digelar di tempat peristirahatan Laut Hitam, Sochi, Rusia, katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu pertempuran di Provinsi Idlib di bagian barat-laut Suriah dalam satu bulan belakangan membuat lebih dari 200.000 orang meninggalkan rumah mereka –sebagian untuk kedua kali selama perang– sehingga mempengaruhi dukungan buat warga sipil.

Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa Urusan Kemanusiaan dan Koordinasi PBB terkejut dengan laporan yang terus mengalir mengenai pertempuran di Gubernuran Idlib, Suriah, kata juru bicara PBB pada Kamis (18/1) sebagaimana dikutip Xinhua.

Akibatnya ialah lebih dari 200.000 orang menjadi pengungsi di daerah itu sejak 15 Desember, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di Markas Besar PBB.

Pertempuran tersebut telah mempengaruhi prasarana sipil, terutama instalasi medis, kata Dujarric. “Kita menyaksikan rakyat seringkali sampai dua kali kehilangan tempat tinggal.” Ada laporan bahwa serangan antara 5 dan 8 Januari membuat tiga instalasi utama perawatan kesehatan tak bisa beroperasi, kata Dujarric. “Dua ambulans dilaporkan hancur dan seorang dokter cedera akibat ledakan di sekitar Beir Jia’an.” Ia mengingatkan semua pihak mengenai kewajiban mereka tentang perlunya melindungiwarga sipil dan prasarana sipil, termasuk instalasi medis dan pekerja medis, sebagaimana diharuskan oleh hukum hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

Juru Bicara PBB mengatakan Wakil Utusan Khusus PBB buat Suriah Ramzy Ezzeldin Ramzy berada di Ibu Kota Suriah, Damaskus, tempat ia pada Kamis bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Feysal Mekdad.

Karena alasan logistik, pertemuan khusus PBB akan diselenggarakan di kompleks PBB di Wina, Austria.

Sementara itu Tentara Suriah bertekad untuk mengakhiri segala bentuk kehadiran Amerika Serikat di negara tersebut, kata televisi pemerintah.

Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat bekerja dengan milisi Suriah untuk membentuk pasukan perbatasan baru yang terdiri dari 30.000 personil. Langkah tersebut juga meningkatkan kemarahan Turki atas dukungan Amerika Serikat untuk pasukan yang didominasi Kurdi di Suriah.

Kementerian luar negeri Suriah mengecam pasukan perbatasan yang didukung Amerika Serikat sebagai “serangan terang-terangan” atas kedaulatannya, menurut media pemerintah.

Pada 22 Desember 2017, Panglima Komando Sentral AS mengumumkan mereka akan membentuk pasukan perbatasan di Suriah –yang ia katakan akan membantu mencegah kemunculan kembali IS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here