Ribuan Warga Subang Ikuti Gebyar Amal Ramah Lingkungan Bersama Econext Venture

Subang, KabarBerita.id — Sebanyak 1.200 warga Subang dengan semangat mengikuti acara Gebyar Amal Ramah Lingkungan yang diselenggarakan oleh Econext Venture di Lapangan Alun-alun Pemkab Subang pada hari Minggu, 14 Juli 2024.

 

Acara perdana di Kabupaten Subang ini menawarkan berbagai kegiatan amal, termasuk senam sehat, pemeriksaan kesehatan, donor darah, khitanan massal, jalan sehat sambil memungut sampah, dan bazar UMKM.

 

Pj Bupati Subang, Imran, secara resmi membuka acara tersebut. Beberapa pejabat dari lingkungan Pemkab serta tingkat Kelurahan turut hadir dalam kegiatan ini.

 

Imran menyampaikan apresiasinya terhadap acara yang bertemakan lingkungan sehat dan bazar tersebut. Dia berharap acara serupa dapat dilaksanakan secara rutin di masa depan. “Saya sangat menghargai kegiatan yang berfokus pada tindakan nyata untuk menjaga lingkungan seperti ini. Kegiatan semacam ini perlu diadakan secara berkala agar menjadi kebiasaan,” ujar Imran.

 

Ketua Panitia Gebyar Amal Ramah Lingkungan Bersama Econext Venture, Eva Fitriani, melaporkan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 1.200 peserta, berdasarkan jumlah kaos yang dibagikan. Kegiatan khitanan massal melibatkan 50 anak, sementara donor darah diikuti oleh 30 orang. Selain itu, sembako juga dibagikan kepada 250 warga.

 

Eva berharap kampanye ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan hidup. “Kami berharap masyarakat turut berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan penanaman pohon,” jelas Eva.

 

Econext Venture, sebuah perusahaan startup yang merupakan hasil kolaborasi antara Australia dan Singapura, fokus pada pengembangan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan tujuan akhir terkait pengurangan karbon. Saat ini, Econext Venture telah bekerja sama dengan 10 komunitas yang bergerak dalam bidang penanaman pohon, pengelolaan sampah, pendidikan, dan kesehatan.

Tinggalkan Balasan