Polisi Sebut Dalang Ricuh Demo Omnibus Law adalah Kelompok Anarko

Jakarta, KabarBerita.id — Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menuding kericuhan yang terjadi usai aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Selasa (13/10) atau aksi 1310 merupakan ulah 600 anggota Anarko yang memprovokasi massa.

“Anak-anak Anarko inilah bermain, ada sekira 600-an, mereka upaya provokasi,” kata dia, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Mulanya, kata dia, Aksi 1310 berjalan lancar dan berakhir sesuai kesepakatan pada pukul 16.00 WIB. Aksi yang diikuti sekitar 6.000 orang itu terdiri dari 4.000 massa Anak NKRI dan 2.000 massa gabungan dari mahasiswa dan anak STM.

Meski demikian, Nana menyatakan kelompok yang diduga Anarko memprovokasi massa dengan pelemparan selepas Aksi 1310 berakhir. Alhasil, kericuhan meletus yang dipicu oleh massa yang bertahan selepas aksi.

“Awal kami bertahan agar tidak terpancing, namun mereka lempari. Kemudian dalam kondisi itu kami lakukan pendorongan dan penangkapan,” kata Nana.

Lebih lanjut, Nana menyatakan pihaknya terus memukul mundur para massa yang ricuh tersebut. Ia pun tak segan-segan untuk menindak massa yang bertindak anarkis seperti melakukan pembakaran fasilitas umum.

Nana menjelaskan setidaknya sudah ada total 500 anak Anarko dari berbagai daerah yang diamankan hari ini akibat aksi demonstrasi.

“Harusnya mereka belajar, malah ikut aksi. Dan saat ini tetap pendorongan jangan sampai mereka anarkis lagi seperti pembakaran. Kami tidak segan [menegakkan] hukum,” kata Nana.

Meski demo berakhir ricuh, Nana memastikan tidak ada fasilitas umum (fasum) yang rusak imbas demonstrasi tersebuit.

“Tidak ada perusakan terhadap fasilitas umum,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here