Polisi: Ibu Keluarga Kalideres Sudah Tewas Sejak Mei

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Polisi menemukan fakta baru terkait kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Terungkap bahwa satu korban atas nama Reni Margaretha sudah meninggal dunia sejak bulan Mei.

Fakta ini terungkap dari hasil digital forensik terhadap handphone yang ditemukan di rumah para korban, di mana ada beberapa pihak yang rutin berkomunikasi dengan korban.

Salah satunya adalah mediator jual beli rumah. Korban atas nama Budyanto ternyata kerap berkomunikasi dengan pihak tersebut.

“Ada hal yang sangat tidak lazim saat ditemui mediator ini (Budyanto) langsung menyerahkan sertifikat rumah asli,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Senin (21/11).

Sertifikat rumah itu diserahkan lantaran Budyanto berkeinginan untuk menjual rumah tersebut. Namun tak kunjung ada pihak yang ingin membeli rumah tersebut.

Singkat cerita mediator itu bertemu dengan seorang pegawai koperasi simpan pinjam. Kemudian disepakati untuk menggadaikan rumah tersebut.

Lalu pada 13 Mei, mediator dan pegawai koperasi ini datang ke rumah korban. Saat pintu gerbang dibuka, keduanya langsung mencium bau busuk dari rumah tersebut.

“Saat ditanya, Budyanto menjawab bahwa got lupa dibersihkan,” ucap Hengki.

Keduanya lantas masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan Margaretha. Sebab sertifikat rumah itu atas nama Margaretha.

Keduanya pun bertanya soal keberadaan Margaretha dan dijawab oleh anaknya, Dian, bahwa yang bersangkutan sedang tidur di dalam kamar.

“Diantar masuk ke dalam kamar begitu pintu kamar dibuka menyeruak bau lebih busuk lagi. Dian (anak Margaretha) bilang si ibu sedang tidur dan minta lampu jangan dihidupkan karena ibu saya sensitif terhadap cahaya kata Dian,” tutur Hengki.

Selanjutnya tanpa sepengetahuan sang anak, pegawai koperasi ini menghidupkan lampu flash handphone. Seketika saksi langsung meneriakkan takbir dan menyatakan bahwa Margaretha sudah meninggal dunia.

“Yang bersangkutan langsung teriak takbir Allahu Akbar, ini sudah jadi mayat,” ucap Hengki.

Berdasarkan keterangan saksi ini, kata Hengki, pihaknya menarik kesimpulan bahwa ada satu korban yang sudah meninggal pada bulan Mei.

“Kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada yang meninggal sejak bulan Mei diduga ini adalah atas nama Reni,” kata Hengki.

Diketahui, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Namun, sudah lebih dari sepekan pasca penemuan, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan bahwa penyebab meninggalnya keempat orang itu bukan karena kelaparan.

Beberapa waktu lalu, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga kembali melakukan olah TKP lanjutan. Hasilnya, ditemukan ada tumpukan sampah di dalam rumah tersebut.

Selain itu, polisi juga menemukan belatung di lokasi. Temuan belatung ini disebut bisa membuat terang terkait kematian para korban.

Di tengah proses penyelidikan, muncul isu bahwa keluarga itu diduga menganut paham apokaliptik. Terkait hal ini, polisi belum bisa menyimpulkannya sebab proses penyelidikan masih berjalan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *