Polisi Buru Tersangka Pembuat Video Ancam Gorok Mahfud MD

Surabaya, KabarBerita.id — Polda Jawa Timur memburu tersangka pembuat video pengancam penggorokan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Polisi sebelumnya telah menangkap empat pelaku lain.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, identitas satu tersangka utama itu ialah Maskur alias LM. Ia merupakan pembuat video ancaman terhadap Mahfud sebelum akhirnya disebar oleh empat tersangka lainnya.

“Pengembangannya Polda Jawa Timur sudah menetapkan satu tersangka yang memang pelaku utama, membuat konten dengan kalimat pengancaman SARA dan ujaran kebencian kepada Menkopolhukam, itu atas nama tersangka LM,” kata Truno, di Mapolda Jatim, Senin (14/12).

Dalam video yang beredar, menurutnya, LM telah melontarkan kalimat ancaman hingga penggorokan yang dialamatkan kepada Mahfud. Hal itu diduga dilakukan pelaku sebagai bentuk solidaritas kepada pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Untuk tersangka utama masih kami dalami, memang kami melihat kalimat ancaman ini dimotivasi dari solidaritas terhadap MRS (Rizieq) yang ditangani penyidik Polda Metro,” ucapnya.

LM, kata Truno, merupakan pria berusia 40 tahun. Ia beralamat di Desa Karang penang, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura, Jawa Timur. Polisi, kata dia telah mengirimkan surat penangkapan dan surat agar yang bersangkutan menyerahkan diri.

“Kami sudah mengirim surat perintah penangkapan dan diminta kepada bersangkutan sedianya untuk bisa menyerahkan diri,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menangkap empat warga Pasuruan yang terlibat kasus dugaan ujaran kebencian dan pengancaman yang ditujukan ke Mahfud.

Mereka diduga telah menyebarkan konten yang ancaman akan menggorok Mahfud karena dinilai telah kurang ajar kepada Rizieq Shihab. Keempatnya diketahui merupakan anggota dan simpatisan FPI.

Mereka adalah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38), Abdul Hakam (39), Moch Sirojuddin (37) dan Samsul Hadi (40).

Atas perbuatannya, mereka terancam terjerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here