PKB Minta Pemerintah Segera Normalkan Pendidikan Pesantren

Jakarta, KabarBerita.id — Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mendesak pemerintah untuk segera menerapkan New Normal di dunia pendidikan keagamaan, yakni pesantren.

Pasalnya, kata Wakil Ketua MPR dari Partai PKB ini pemerintah telah membuka sejumlah mall dan pusat perbelanjaan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Namun di sisi yang lain, dirinya melihat belum ada kebijakan dari pemerintah untuk membuka kembali pusat pendidikan agama, seperti pesantren”, kata Jazilul Fawaid, melalui keterangannya, Rabu (17/06/2020).

Wakil rakyat asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mengungkapkan, saat ini ada 28.900 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tengah problem kemandirian pembiayaan pesantren, nasib lembaga pendidikan Islam ciri khas Indonesia itu semakin tidak jelas ketika pandemi covid-19 melanda. Persoalan

Masalah yang demikian menurut Jazilul Fawaid tidak boleh dibiarkan berlarut-larut agar pesantren tetap kembali melayani pendidikan umat dan dunia pesantren kembali bersemarak.

Untuk itu, dia berharap kepada pemerintah agar proses pendidikan di pesantren dibuka kembali.

Masih kata Jazilul Fawaid, Agar pesantren tetap berkelanjutan, dia mengusulkan agar pemerintah memperlakukan pesantren seperti BUMN dan UMKM dengan memberikan stimulus agar pulih kembali.

Pada kesempatan ini, Jazilul Fawaid menyayangkan bila pemerintah tidak menghitung kerugian yang dialami pesantren selama pandemi Covid-19.
 
Akibat pandemi Covid-19, pria yang suka memakai songkok itu menuturkan membuat roda perekonomian tidak bergerak sehingga masyarakat jatuh miskin. “Demikian pula jika dunia pendidikan tidak bergerak, masyarakat akan terjatuh dalam kebodohan,” kata dia.

Untuk itu, dirinya berharap dua sektor tadi, yakni dunia perekonomian dan pendidikan harus didorong kembali secara simultan dan tepat.

Dari anggaran sebesar 695 Triliun yang disiapkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional, Jazilul Fawaid berharap adanya anggaran yang cukup guna menangani permasalahan pesantren dan dunia pendidikan.

Anggaran yang cukup kepada pesantren dan dunia pendidikan menurutnya sangat penting agar pesantren kembali berjalan seperti sediakala.

“Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, saya khawatir, Indonesia akan mengalami kebodohan satu generasi,” kata Jazilul Fawaid. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here