Pertolongan Pertama jika Anak Alami Gejala Hepatitis Misterius

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan rekomendasi langkah pertolongan pertama jika ada gejala hepatitis akut misterius pada anak.

Penyakit ini sedang mewabah di banyak negara di dunia termasuk Indonesia.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi IDAI, Muzal Kadim mengatakan gejala awal penyakit ini biasanya berasal dari saluran pencernaan. Misalnya muntah, diare, demam, hingga timbulnya warna kuning pada mata dan badan.

Dari gejala ini misalnya demam, maka perlu diberi obat penurun demam lebih dulu. Begitu juga bila ada mual dan muntah dapat diberikan obat pereda mual dan muntah.

Hal tersebut supaya tidak dehidrasi, diberikan cairan sedikit demi sedikit walaupun muntah.

Muzal menekankan pemberian cairan atau minum tetap perlu dilakukan meski muntah bahkan diare. Sebab, ketika muntah dan diare, tubuh membuang banyak cairan.

Jika demam, muntah, dan diare dalam beberapa saat reda dan hilang, maka tidak perlu melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan. Namun bila masih ada sampai beberapa hari, maka sebaiknya di bawa ke rumah sakit.

Ketika berada di fasilitas kesehatan baik puskesmas dan rumah sakit, maka tenaga medis akan melakukan pemeriksaan klinis lebih dahulu. Bila diperlukan baru pemeriksaan darah.

Di sisi lain Muzal mengatakan orang dengan gejala hepatitis sebaiknya melakukan isolasi kontak. Isolasi ini tidak seketat covid-19.

Selain itu ia juga menyarankan supaya orang tua melakukan pencegahan penularan penyakit ini kepada anak-anaknya. Misalnya denvan rajin mencuci tangan anak, menjaga kebersihan makanan dan sanitasi, menggunakan alat makan sendiri pada anak, hingga menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Yang tak ketinggalan jangan jajan atau membeli makan di sembarangan tempat. Hal ini penting dilakukan termasuk di musim mudik lebaran saat ini.

Lalu pastikan semua makanan dan minuman sudah dimasak sampai matang. Pastikan juga alat makan tidak digunakan bersama alias sendiri-sendiri untuk mencegah penularan.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan hepatitis akut misterius sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurut catatan WHO, ada lebih dari 170 kasus serupa di 12 negara.

Di Indonesia sendiri ada tiga anak meninggal akibat hepatitis akut tersebut. PB IDI dan IDAI mengimbau seluruh tenaga kesehatan dan orang tua untuk waspada.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan