Pernah Ingin Membunuh Atasanya Penembakan Gereja Texas Ternyata Punya Masalah Kejiwaan

  • Bagikan
Dua wajah berbeda pelaku penembakan gereja di Texas, Devin Patrick Kelley.(AFP)
Dua wajah berbeda pelaku penembakan gereja di Texas, Devin Patrick Kelley.(AFP)

Kabarberita.id  – Pelaku penembakan masal gereja diTexas Minggu (5/11/2017), Devin Patrick Kelley, diketahui memiliki masalah kejiwaan. Kanal televisi Houston KPRC, seperti dikutip AFP, memberitakan Kelley pernah melarikan diri  dari Rumah Sakit Jiwa Peak, El Paso, pada 2012.

Diketahui Kelly dirawat di sana karena ” gangguan kejiwaan ” itu di ungkapkan oleh seorang mantan pegawai rumah sakit tempat Kelly di rawat yaitu Xavier Alvarez.  Tidak disebutkan penyakit apa yang diketahui mantan tentara Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat ( AS) tersebut.

Alvarez berkata, Kelley dirawat di sana setelah AU menduga dia menganiaya istri dan anak tirinya, hingga tengkorak anaknya retak. Selain itu, Kelley juga ketahuan menyelinap ke dalam Pangkalan Udara Holloman, New Mexico, untuk mencuri senjata.

Kelley mengaku ingin membunuh komandannya. “Dia mengatakan sesuatu tentang pembalasan kembali,” ungkap Alfarez kepada NBC News.

Alvarez melanjutkan, Kelley kabur dari rumah sakit dengan melompati pagar, menaiki mobilnya, dan berkendara menuju ke stasiun Greyhound.

Alvarez menyatakan Kelley selalu berkata dia ingin mempraktekan cara melarikan diri sejauh 12 mil (19,3 kilometer).

“Karena penasaran, saya bertanya kepada Siri, berapa jarak rumah sakit ke Stasiun Greyhoun. Jawabannya 12 mil,” terang Alvarez.

Fakta-fakta itulah yang membuat Alvarez yakin Kelley tidak hanya bagi orang lain. Namun juga dirinya sendiri. Sebelumnya, Kelley menembak jemaat Gereja First Baptist yang sedang melaksanakan ibadah Minggu. Akibatnya, 26 orang tewas, dan 20 jemaat lainnya terluka.

Kelley tewas karena bunuh diri setelah mobilnya ditabrak oleh dua orang warga Sutherland Springs, Johnnie Langendorff dan Stephen Willeford.

 

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan